Sosialisasi 3R di Desa Damai, Mahasiswa UNRI Kenalkan Bank Sampah dan Ecobrick

ROSBINNER HUTAGAOL

- Redaksi

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:54 WIB

5023 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga diajak kelola sampah rumah tangga jadi manfaat ekonomi dan lingkungan

BENGKALIS, riau21.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) menggelar sosialisasi pengelolaan sampah berbasis konsep 3R “Reduce, Reuse, Recycle” di Kantor Desa Damai, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan ini disambut antusias warga. Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga, sekaligus membuka peluang pemanfaatan sampah menjadi barang yang bernilai guna.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kenali Bank Sampah Sejak Dini

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Kukerta UNRI memperkenalkan konsep bank sampah sebagai solusi pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

Warga diajak memilah sampah berdasarkan jenisnya, seperti plastik, kertas, dan logam, lalu dikumpulkan untuk “ditabung”.

“Melalui bank sampah, masyarakat bisa mengubah sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai menjadi sumber pendapatan tambahan. Lingkungan bersih, ekonomi juga terbantu,” ujar salah satu mahasiswa Kukerta UNRI, Elsa.

Ecobrick Solusi Kreatif Sampah Plastik

Selain bank sampah, mahasiswa juga mengedukasi warga tentang pembuatan _ecobrick_. Sampah plastik dipadatkan ke dalam botol bekas hingga padat dan kuat.

Hasilnya bisa dimanfaatkan untuk membuat kursi sederhana, meja, atau media pembelajaran lingkungan. Dengan cara ini, sampah plastik tidak langsung dibuang, tetapi bisa digunakan kembali.

Kompos dan Media Tanam dari Barang Bekas

Sosialisasi juga membahas pemanfaatan sampah organik menjadi kompos. Sisa makanan dan daun kering diolah menjadi pupuk untuk tanaman.

Menariknya, warga juga diajak mempraktikkan pemanfaatan barang bekas sebagai media tanam pakcoy.

Wadah bekas disulap menjadi pot yang fungsional, sehingga bisa mengurangi limbah sekaligus mendukung ketahanan pangan rumah tangga.

Harapan untuk Desa Damai yang Lebih Bersih

Mahasiswa Kukerta UNRI berharap, melalui kegiatan ini masyarakat Desa Damai semakin sadar mengelola sampah dari rumah.

“Pengelolaan sampah bukan hanya kewajiban, tapi juga peluang. Dengan langkah sederhana seperti 3R, kita bisa menciptakan lingkungan bersih dan manfaat ekonomi,” kata perwakilan tim Kukerta UNRI.

Kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi mahasiswa Kukerta UNRI dengan Pemerintah Desa Damai dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

 

Sumber: Mahasiswa Kukerta UNRI – Elsa

Editor: Rosbinner Hutagaol

Berita Terkait

KKN UIN Suska Dokumentasikan Sejarah Danau Tasik Serai Timur
KKN UIN Suska Dokumentasikan Sejarah Danau Tasik Serai Timur
Dari Sampah ke Karya, Mahasiswa UNRI Persembahkan I Love Damai
Sinergi KKN UNRI dan Puskesmas Sukseskan Edukasi Gizi Warga Pematang Duku
Mahasiswa UNRI Sulap Sampah Jadi Pupuk, Warga Teluk Pambang Diajak Tanam TOGA di Pekarangan
80% Rampung! Kampung Nelayan Merah Putih Pertama di Riau Siap Operasi Agustus 2026  

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Usia 63 Hari, Jagung Pipil Sabak Auh Tumbuh Subur

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:01 WIB

Cegah Bullying dan Bolos, Polsek Sabak Auh Sambangi SMAN 1 Sabak Auh

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:05 WIB

49 Hari Tumbuh Subur, Polsek Sabak Auh Rutin Cek Jagung

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Polsek Sabak Auh Cek Rutin Jagung Pipil di Belading Dukung Swasembada

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Polsek Sabak Auh Cek Pertumbuhan Jagung Dukung Swasembada Pangan

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Polsek Sabak Auh Pantau Jagung Pipil Usia 46 Hari di Belading

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Jagung Pipil di Kampung Belading Dicek Polsek Sabak Auh Dukung Swasembada

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Polsek Sabak Auh Tanam 200 Pohon Dukung Program Hijau Riau

Berita Terbaru

Polsek Sabak Auh rutin turun langsung cek pertumbuhan jagung pipil 0,5 hektar usia 63 hari bersama petani di Jl. Siak-Pakning RT l/RW l Kampung Belading Kec. Sabak Auh Kab. Siak, Jumat (30/10/2026). Kegiatan dukung swasembada jagung 2026. (Foto: Dok. Humas Polsek Sabak Auh)

Siak

Usia 63 Hari, Jagung Pipil Sabak Auh Tumbuh Subur

Jumat, 30 Okt 2026 - 12:42 WIB

Pangkal Pinang

BBPOM Pangkalpinang Luncurkan SIDULANG POM di MPP Bangka Tengah

Rabu, 21 Okt 2026 - 13:06 WIB