KKN UIN Suska Dokumentasikan Sejarah Danau Tasik Serai Timur

ROSBINNER HUTAGAOL

- Redaksi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 01:48 WIB

5066 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wisata 58 di Bengkalis Dinilai Punya Potensi Wisata Sejarah dan Alam

BENGKALIS, riau21.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau berhasil mendokumentasikan sejarah Danau Tasik Serai Timur. Danau yang dikenal warga Desa Tasik Serai Timur, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis dengan sebutan Wisata 58 ini menyimpan nilai sejarah dan potensi wisata yang besar, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan dokumentasi dilakukan selama tiga minggu melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam bersama tokoh masyarakat setempat, Bapak Rijan, salah satu tetua kampung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejarah Terbentuk Sejak 1965

Hasil penelusuran menunjukkan Danau Tasik Serai Timur bukan sekadar danau biasa. Keberadaannya berkaitan erat dengan sejarah pembukaan wilayah desa.

“Dulu daerah ini masih berupa rawa dan hutan. Warga membuka wilayah ini sekitar tahun 1965, dan dari situlah kawasan yang sekarang menjadi danau besar ini mulai terbentuk,” ungkap Bapak Rijan saat ditemui di kediamannya.

Dari Jalur Transportasi ke Objek Wisata

Sebelum menjadi destinasi wisata, danau ini memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat. Danau Tasik Serai menjadi sumber utama mata pencaharian nelayan sekaligus jalur transportasi air yang menghubungkan permukiman dengan wilayah sekitar.

Peran itu berlangsung hingga akses jalan darat dibangun secara swadaya oleh warga. Pada tahun 1998, sebagian besar warga mulai beralih profesi menjadi petani kelapa sawit.

Seiring waktu, danau ini semakin dikenal luas dengan nama Wisata 58. Nama tersebut kini menjadi identitas yang melekat pada Desa Tasik Serai Timur.

“Sekarang banyak yang datang ke sini untuk melihat danaunya. Ukurannya besar, jadi memang cocok kalau mau dikembangkan jadi tempat wisata,” tambah Bapak Rijan.

Minim Data, Perlu Publikasi Lebih Luas

Salah satu mahasiswa KKN UIN Suska Riau menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat untuk mendokumentasikan kearifan lokal.

“Kami melihat Danau Wisata 58 ini punya potensi besar untuk dikembangkan, baik dari sisi keindahan alam maupun nilai sejarahnya. Sayangnya, informasi mengenai danau ini masih minim terdokumentasi, sehingga banyak orang di luar desa belum mengenalnya,” jelasnya.

Selain danau, kawasan ini juga memiliki situs sejarah berupa Makam Lama Pendiri Kampung.

Makam yang paling tinggi itu berada tak jauh dari danau dan masih dirawat dengan bersih oleh masyarakat.

Harapan Jadi Destinasi Unggulan

Mahasiswa KKN berharap hasil dokumentasi ini menjadi langkah awal pencatatan resmi sejarah desa. Sekaligus mendorong pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mengembangkan Danau Tasik Serai Timur sebagai destinasi unggulan Kabupaten Bengkalis.

“Potensinya sudah ada, tinggal bagaimana dikelola dan dipromosikan lebih luas lagi. Kami berharap ke depannya danau ini bisa lebih dikenal, bukan hanya oleh warga sekitar, tapi juga wisatawan dari luar daerah,” ujar mahasiswa KKN yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Dengan perpaduan keindahan alam dan nilai sejarah, Danau Tasik Serai Timur atau Wisata 58 diyakini dapat menjadi salah satu destinasi wisata baru di Bengkalis.

 

Sumber: Mahasiswa KKN UIN Suska Riau, Desa Tasik Serai Timur

Penulis: An-Nisa

Editor: Rosbinner Hutagaol

Berita Terkait

KKN UIN Suska Dokumentasikan Sejarah Danau Tasik Serai Timur
Dari Sampah ke Karya, Mahasiswa UNRI Persembahkan I Love Damai
Sinergi KKN UNRI dan Puskesmas Sukseskan Edukasi Gizi Warga Pematang Duku
Sosialisasi 3R di Desa Damai, Mahasiswa UNRI Kenalkan Bank Sampah dan Ecobrick
Mahasiswa UNRI Sulap Sampah Jadi Pupuk, Warga Teluk Pambang Diajak Tanam TOGA di Pekarangan
80% Rampung! Kampung Nelayan Merah Putih Pertama di Riau Siap Operasi Agustus 2026  

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Usia 63 Hari, Jagung Pipil Sabak Auh Tumbuh Subur

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:01 WIB

Cegah Bullying dan Bolos, Polsek Sabak Auh Sambangi SMAN 1 Sabak Auh

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:05 WIB

49 Hari Tumbuh Subur, Polsek Sabak Auh Rutin Cek Jagung

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Polsek Sabak Auh Cek Rutin Jagung Pipil di Belading Dukung Swasembada

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Polsek Sabak Auh Cek Pertumbuhan Jagung Dukung Swasembada Pangan

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Polsek Sabak Auh Pantau Jagung Pipil Usia 46 Hari di Belading

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Jagung Pipil di Kampung Belading Dicek Polsek Sabak Auh Dukung Swasembada

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Polsek Sabak Auh Tanam 200 Pohon Dukung Program Hijau Riau

Berita Terbaru

Polsek Sabak Auh rutin turun langsung cek pertumbuhan jagung pipil 0,5 hektar usia 63 hari bersama petani di Jl. Siak-Pakning RT l/RW l Kampung Belading Kec. Sabak Auh Kab. Siak, Jumat (30/10/2026). Kegiatan dukung swasembada jagung 2026. (Foto: Dok. Humas Polsek Sabak Auh)

Siak

Usia 63 Hari, Jagung Pipil Sabak Auh Tumbuh Subur

Jumat, 30 Okt 2026 - 12:42 WIB

Pangkal Pinang

BBPOM Pangkalpinang Luncurkan SIDULANG POM di MPP Bangka Tengah

Rabu, 21 Okt 2026 - 13:06 WIB