Kukerta UNRI Berdampak 2026 Gelar Pelatihan 30 Juni & Lomba Kreatif 2 Juli: Dusun Setia Kawan Juara I
BENGKALIS, TELUK PAMBANG, riau21.com – Sampah dapur jangan dibuang. Di tangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) Berdampak 2026, limbah organik disulap jadi pupuk. Warga Desa Teluk Pambang, Kecamatan Bantan, Bengkalis juga diajak menanam Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di pekarangan, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan bertema “Sehat dan Berdaya Melalui TOGA dan Pupuk Organik” ini digelar dua hari. Sosialisasi dan pelatihan pada Selasa (30/6/2026) di Aula Kantor Desa Teluk Pambang. Lomba Kreativitas Media Tanam TOGA pada Kamis (2/7/2026) di Sekretariat LPHD Teluk Pambang.
Kegiatan didampingi langsung Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kukerta UNRI, Prof. Dr. Seno Andri, M.M., M.Si. Dibuka pukul 09.00 WIB oleh Nisful Junaini dengan pemaparan program kerja Kukerta UNRI Berdampak 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Materi pertama disampaikan Chafid Akbar Ansyari tentang Budidaya TOGA. Warga diedukasi manfaat TOGA untuk obat tradisional, cara menanam yang benar, hingga pemanfaatan harian. Tujuannya agar pekarangan rumah jadi apotek hidup.
Materi kedua oleh Yahya Andreansyah tentang Pembuatan Pupuk Organik. Warga diajarkan olah sampah organik rumah tangga jadi pupuk ramah lingkungan. Hasilnya bisa hemat biaya, suburkan tanaman, dan kurangi limbah desa.
Hadir saat pelatihan: Pj. Kepala Desa Teluk Pambang, Sekdes, Ketua BPD, para Kepala Dusun, perangkat desa, seluruh Ketua RT/RW, Ketua LPHD, Ketua Kelompok Blukap, serta warga yang antusias.
Lomba Media Tanam dari Barang Bekas
Praktik lapangan digelar Kamis (2/7/2026) lewat Lomba Kreativitas Pembuatan Media Tanam TOGA. Warga ditantang bikin pot dari barang bekas seperti galon, ember, dan botol plastik.
Tiga tim dusun ikut serta, masing-masing 5 orang:
1. Dusun Tanjung Kudus: 4 perempuan, 1 laki-laki
2. Dusun Damai Serasi: 4 perempuan, 1 laki-laki
3. Dusun Setia Kawan: 4 perempuan, 1 laki-laki
Dewan juri Muklis, S.P., dan Edi Solihin, S.P., menilai kreativitas, kerapian, fungsi, dan pemanfaatan barang bekas.
Hasilnya, Dusun Setia Kawan juara I, Dusun Damai Serasi juara II, dan Dusun Tanjung Kudus juara III.
Ketua pelaksana menyebut kegiatan ini dorong warga manfaatkan pekarangan dan olah limbah jadi bermanfaat.
“Lewat TOGA dan pupuk organik, warga bisa lebih sehat, lingkungan lebih bersih, dan mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Kukerta UNRI Berdampak 2026 berharap budidaya TOGA dan pupuk organik terus diterapkan warga Teluk Pambang secara berkelanjutan. Ini jadi langkah awal wujudkan desa yang sehat, produktif, dan berdaya dengan potensi lokal.
Sumber: Tim Kukerta UNRI Berdampak Desa Teluk Pambang 2026
Editor: Rosbinner Hutagaol





























