Ungkit Carut-Marut Pupuk, Wapres Gibran: Kebijakan Gagal Kalau Buta Realita Lapangan
JAKARTA, riau21.com – “Jangan tunggu rakyat teriak baru bergerak.” Alarm keras itu dibunyikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming untuk para calon pemimpin nasional, Rabu, (3/6/2026).
Wapres menyampaikan pembekalan kepada peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional XXVII dan Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional LXIX Lemhannas RI Tahun 2026. Kegiatan digelar di Gedung Utama II, Istana Wakil Presiden, Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembekalan diikuti peserta dari unsur pemerintahan, TNI, Polri, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga peserta mancanegara.
“Kebijakan gagal kalau buta realita lapangan,” tegas Wapres. Menurutnya, pemimpin masa depan wajib punya kepekaan. Kebijakan tidak boleh hanya lahir dari ruang rapat, tapi dari pemahaman utuh soal masalah rakyat.
Wapres mengungkit carut-marut regulasi distribusi pupuk sebagai contoh. Aturan yang tumpang tindih justru menyulitkan petani. “Ini bukti kalau kebijakan tidak menjawab kebutuhan di lapangan,” ujar Wapres.
Untuk itu, Wapres memberi perintah langsung: peserta Lemhannas harus lebih sering turun ke daerah.
“Bangun komunikasi intensif dengan masyarakat biar tahu tantangan nyata yang dihadapi,” kata Wapres.
Sumber: BPMI Setwapres
Editor: Rosbinner Hutagaol





























