Photo dokumen: DPP Lemtari
DPP Lemtari akan menganugerahkan gelar Tokoh Adat Nasional Pertama kepada Prof. Jimly Asshiddiqie. Acara penobatan direncanakan Oktober 2026 di Jakarta.
JAKARTA, riau21.com – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Musyawarah Tokoh Adat Republik Indonesia (DPP Lemtari) berencana menganugerahkan gelar “Datuk Pengayom Adat Nusantara” kepada Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H., M.H., Selasa (1/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gelar tersebut akan diberikan sebagai Tokoh Adat Nasional Pertama di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum DPP Lemtari Suhaii Husein Datuk Bandaro Mudo usai pertemuan dengan Prof. Jimly di Gedung Sarinah Lantai 9, Kantor Prof. Jimly Asshiddiqie Scol, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Pertemuan Silaturahmi dan Kesepakatan
Pertemuan yang berlangsung pukul 12.30 hingga 14.30 WIB itu turut dihadiri Wakil Ketua DPP Lemtari bidang Organisasi Dr. Ruslan Effendy, S.H., M.H., dan Wakil Ketua bidang Antar Lembaga Dr. Nurhamin, S.Pt., M.H.
Datuk Bandaro Mudo mengatakan, selain membahas rencana penobatan, pertemuan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi dengan Prof. Jimly selaku Ketua Dewan Penasehat Lemtari.
“Kami banyak mendapatkan saran dan arahan dari beliau. Di antaranya tentang pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai dan ketentuan hukum adat dalam kehidupan bermasyarakat sesuai dengan adat istiadat masing-masing daerah,” ujar Datuk Bandaro Mudo.
Prof Jimly Sambut Baik Rencana
Dalam pertemuan itu, jajaran pengurus Lemtari menyampaikan rencana memberikan penganugerahan gelar Tokoh Adat Nasional Pertama kepada Prof. Jimly.
“Alhamdulillah Prof. Jimly menyambut baik dan bersedia menerima amanah gelar Tokoh Adat Nasional Pertama dari Lemtari,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Jimly Asshiddiqie menyampaikan kesediaannya.
“Alhamdulillah. Jika saya dipercaya diberikan amanah gelar Tokoh Adat Nasional Pertama oleh Lemtari, saya bersedia menerimanya,” kata Prof. Jimly.
Rencana Penobatan Oktober 2026
Lemtari merencanakan acara penobatan pada akhir Oktober 2026 di Hotel Sahid Jaya Jakarta. Waktu pelaksanaan yang pasti akan diputuskan dalam rapat pematangan pada pertengahan September 2026.
Prof. Jimly berpesan agar acara tersebut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri, Menteri Kebudayaan, Menteri HAM, Menteri ATR/BPN, Menteri Kehutanan, Menteri Pariwisata, serta para Gubernur se-Indonesia.
Selain itu juga direncanakan mengundang pimpinan perusahaan BUMN dan swasta, seluruh pengurus Lemtari provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, serta perwakilan tokoh adat, Sultan dan Raja. Jumlah undangan diperkirakan mencapai 1.000 orang.
Rangkaian acara juga akan diisi seminar adat dan budaya masyarakat Indonesia dengan tema “Perlu Menjadi Orang Beradat Dalam Kehidupan Kita”.
Rencananya narasumber seminar adalah Prof. Jimly Asshiddiqie, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kebudayaan, Menteri HAM, dan Menteri ATR/BPN.
“Kami mohon doa agar acara ini dapat terlaksana dengan baik,” pungkas Datuk Bandaro Mudo.
Sumber: DPP Lemtari
Editor: Rosbinner Hutagaol





























