Marsinah diangkat jadi Pahlawan Nasional, Konven ILO awak kapal diratifikasi lewat Perpres 25/2026
JAKARTA- riau21.com / Presiden Prabowo Subianto mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) setelah penantian lebih dari dua dekade. Pengesahan diumumkan saat peringatan Hari Buruh Internasional bersama 400 ribu buruh di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Presiden menetapkan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional atas perjuangan dan pengorbanan bagi hak-hak buruh Indonesia.
“Seorang yang bekerja dengan badannya, dengan keringatnya, dengan tangannya, dia adalah seorang yang mulia,” kata Presiden Prabowo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
menandatangani Peraturan perjanjian Nomor 27 Tahun 2026 untuk memperkuat perlindungan bagi pengemudi transportasi online dan pekerja sektor digital. Hal itu disampaikan saat peringatan hari Buruh Nasional di Lapangan Silang Monas, Jakarta.
Di hadapan 400 ribu buruh, Presiden juga mengumumkan pengesahan Nomor 10 Tahun 2026 tentang Pembentukan Hubungan Kerja (PHK).
“Saya menyadari, saya merasakan, dan saya menghormati perjuangan saudara-saudara,” ujar Presiden Prabowo.
Dalam pidatonya, Presiden memaparkan lima kebijakan pemerintah selama satu tahun terakhir untuk buruh:
1. Menetapkan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional, atas perjuangan dan pengorbanan bagi hak-hak buruh Indonesia.
2. Mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), setelah penantian lebih dari dua dekade untuk memberikan perlindungan hukum yang lebih kuat bagi pekerja rumah tangga.
3. Meratifikasi Konvensi ILO untuk Awak Kapal Perikanan melalui Perpres Nomor 25 Tahun 2026, guna memastikan perlindungan, keselamatan kerja, dan kesejahteraan bagi awak kapal perikanan Indonesia.
4. Menandatangani Perpres Nomor 27 Tahun 2026, untuk memperkuat perlindungan bagi pengemudi transportasi online dan pekerja sektor digital.
5. Mengesahkan Keppres Nomor 10 Tahun 2026, tentang Pembentukan Satuan Tugas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Ia menyebut pekerja, petani, dan nelayan adalah orang jujur dan ikhlas.
“Tiap hari, seorang yang bekerja dengan jujur, pengalaman saya, para pekerja, para petani, para nelayan, justru yang hidupnya susah mereka adalah orang-orang yang jujur, orang-orang yang ikhlas,” kata Kepala Negara.
Sumber: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
Reporter: Noni
Editor: Rosbinner.Hutagaol





























