Foto: Dokumentasi Polres Kepulauan Meranti
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Adi turun langsung memadamkan karhutla di Desa Gemala Sari. Pemadaman dilakukan bersama personel gabungan di lahan gambut.
SELATPANJANG-RIAU, KEPULAUAN MERANTI, riau21.com – Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan di Dusun Penapat, Desa Gemala Sari, Kecamatan Rangsang, Selasa (8/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam foto yang diterima, Kapolres tampak memegang selang air dan melakukan penyemprotan ke titik api bersama personel gabungan. Kepulan asap dan lahan gambut yang terbakar menjadi latar kegiatan tersebut.
Caption Foto: _Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., turun langsung melakukan penyemprotan air saat memadamkan karhutla di Dusun Penapat, Desa Gemala Sari, Kecamatan Rangsang, Selasa (8/9/2026)_.
Pimpin Pemadaman di Hari Keenam Kehadiran Kapolres di lapangan merupakan bagian dari upaya penanganan karhutla yang telah memasuki hari keenam. Sejak kebakaran meluas, AKBP Gede Adi memilih berada bersama personel di lokasi untuk memastikan pemadaman berjalan efektif.
“Kalau api belum bisa kita kendalikan, kita tidak bisa meninggalkan lokasi. Kita harus memastikan api tidak menjalar dan terus dilakukan pemadaman serta pendinginan,” ujarnya.
Kondisi di lapangan cukup menantang. Api membakar gambut dengan kedalaman 3-4 meter. Bara di bawah permukaan dapat kembali menyala sehingga proses pendinginan harus dilakukan menyeluruh.
Kerja Sama Tim Gabungan
Penanganan karhutla dilakukan bersama jajaran Polres, Masyarakat Peduli Api (MPA), tim perusahaan, dan masyarakat setempat.
Kapolres menekankan pentingnya sinergi agar api dapat segera dipadamkan dan tidak meluas ke area lain.
Ia juga mengingatkan personel agar tetap mengutamakan keselamatan saat bertugas di medan yang berat.
Hingga pagi ini, petugas masih terus melakukan pendinginan di sejumlah titik untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa.
Sumber: Humas Polres Kepulauan Meranti
Reporter: Ibrahim
Editor: Rosbinner Hutagaol





























