Ketua Umum: Masih Banyak Wartawan Nasionalis dan Idealis.
JAKARTA, riau21.com – Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPP AKPERSI) mengingatkan agar profesi wartawan, jurnalis, dan media tidak digeneralisasi dalam setiap penyampaian pendapat publik, Sabtu (25/7/2026).
Ketua Umum DPP AKPERSI Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.ILJ., menyampaikan hal itu menanggapi pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto pada acara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menyinggung istilah “londo ireng”.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
DPP AKPERSI menyatakan menghormati Presiden RI sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan.
Namun organisasi pers berharap setiap penyampaian terkait insan pers disampaikan secara proporsional agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap seluruh wartawan dan perusahaan media.
“Kami mengingatkan Bapak Presiden Prabowo Subianto bahwa tidak semua wartawan, jurnalis, maupun media adalah ‘londo ireng’. Masih sangat banyak insan pers yang berjiwa nasionalis, idealis, berintegritas, dan profesional,” ujar Rino Triyono di Jakarta, Sabtu (25/7/2026).
Pers Disebut Pilar Demokrasi
Rino menegaskan, wartawan, jurnalis, dan media memiliki peran strategis sebagai pilar demokrasi.
Fungsi pers tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Pers juga menjalankan fungsi kontrol sosial serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel,” jelasnya.
Menurutnya, kritik yang disampaikan wartawan dan media yang berlandaskan fakta, data, dan kepentingan publik bukanlah bentuk permusuhan.
Hal itu merupakan bagian dari fungsi kontrol sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
“Kritik yang membangun merupakan bentuk kecintaan kepada bangsa dan negara. Wartawan profesional hadir untuk membantu mengingatkan apabila ada kebijakan yang perlu dievaluasi demi kepentingan rakyat,” tegas Rino.
Ajak Junjung Kode Etik Jurnalistik
DPP AKPERSI juga mengajak seluruh wartawan, jurnalis, perusahaan media, dan organisasi pers di Indonesia untuk terus menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik.
Ia mendorong insan pers menjaga independensi, profesionalisme, serta menyajikan pemberitaan yang berimbang, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Di sisi lain, DPP AKPERSI berharap hubungan antara pemerintah dengan wartawan dan media dapat terus dibangun melalui komunikasi yang sehat, saling menghormati, serta memahami peran masing-masing dalam menjaga stabilitas nasional.
“Kami percaya Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen besar membangun Indonesia. Karena itu, wartawan, jurnalis, dan media yang bekerja secara profesional, nasionalis, dan idealis tetap diberikan penghormatan sebagai mitra strategis bangsa,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Rino menegaskan pers yang profesional bukanlah lawan pemerintah.
“Wartawan, jurnalis, dan media yang berintegritas adalah aset bangsa. Pers yang merdeka, profesional, dan bertanggung jawab merupakan mitra strategis pemerintah dalam mengawal demokrasi dan memastikan setiap kebijakan berjalan untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat Indonesia,” tutupnya.
Sumber: Humas DPP AKPERSI
Editor: Rosbinner Hutagaol (AKPERSI Kota Pekanbaru-Riau)





























