Launching Serentak Program Kapolda Riau, Personel Polres Meranti Kenakan Tanjak dan Selempang Setiap Jumat

ROSBINNER HUTAGAOL

- Redaksi

Jumat, 20 Februari 2026 - 09:49 WIB

5039 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selatpanjang-Riau, riau21.com – Polres Kepulauan Meranti resmi menerapkan pemakaian tanjak dan selempang bagi seluruh personel setiap hari Jumat. Kebijakan ini merupakan program Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan yang dilaksanakan di seluruh jajaran Polda Riau, dan dilaunching serentak pada Jumat (20/02/2026).Di Polres Kepulauan Meranti, apel launching tersebut dipimpin Kapolres AKBP Aldi Alfa Faroqi, didampingi Wakapolres Kompol Detis Mayer Silitonga, serta diikuti para pejabat utama, perwira, dan seluruh personel.

Turut hadir Ketua Umum DPH Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti Datuk Sri Afrizal Cik, Sekretaris Umum Datuk Zaini Mahaddun, Ketua Umum Majelis Kekerabatan Adat LAMR Hj. Drs. Idham, serta Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Saiful Bakhri.

Prosesi launching ditandai dengan pemasangan tanjak dan selempang secara simbolis oleh Kapolres bersama Ketua LAMR kepada perwakilan personel. Momen itu menjadi penegasan bahwa seragam kepolisian kini berpadu dengan identitas budaya Melayu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa pemakaian tanjak dan selempang bukan sekadar seremoni, melainkan momentum bersejarah yang sarat makna.

“Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk merawat nilai-nilai adat serta menjaga marwah budaya Melayu di Bumi Lancang Kuning,” ujar AKBP Aldi.

Menurutnya, tanjak dan selempang bukan sekadar atribut pelengkap. Di balik kain yang tersemat di kepala dan pundak itu, tersimpan simbol jati diri, kehormatan, serta harapan masyarakat terhadap polisi yang santun dan berintegritas.

“Tanjak dan selempang bukan hanya atribut. Ini adalah simbol jati diri dan lambang kehormatan. Di pundak setiap anggota tersemat harapan masyarakat tentang kesantunan, tanggung jawab, dan integritas dalam bertugas,” tegasnya.

AKBP Aldi menambahkan, budaya Melayu mengajarkan bahwa kekuatan tidak semata-mata lahir dari ketegasan, tetapi juga dari kelembutan budi, kehalusan tutur kata, serta kebijaksanaan dalam bertindak.

“Polisi yang profesional adalah polisi yang mampu menghadirkan rasa aman sekaligus dicintai masyarakat,” tambahnya.

Kapolres juga menekankan bahwa pendekatan humanis tidak cukup dibangun melalui tugas operasional semata, tetapi harus ditopang dengan sentuhan budaya dan penghormatan terhadap kearifan lokal.

“Dengan mengenakan tanjak dan selempang, kami ingin menunjukkan bahwa Polri adalah bagian dari masyarakat Melayu, hadir di tengah-tengah mereka, menjaga serta menghormati nilai-nilai yang dijunjung tinggi,” ungkap AKBP Aldi.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti dan Disporapar atas sinergi dalam upaya pelestarian budaya Melayu di Negeri Sagu.

Selanjutnya, ia turut mengajak seluruh personel menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum memperkuat integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Ramadan adalah bulan pengendalian diri, kesabaran, serta penguatan nilai spiritual dan sosial yang selaras dengan tugas kepolisian,” tutupnya.

 

Sumber: Humas Polres Kepulauan Meranti

(Ros.H)

Berita Terkait

Cari Kepastian Lahan, Warga Karangsia OKI Temui DPP AKPERSI
BBPOM Pangkal Pinang Awasi Depot Jamu di Pulau Bangka
Pastikan Kesiapan Pemindahan Warga Binaan, Kakanwil Ditjenpas Riau Cek Langsung Sarana Lapas Baru Bagansiapiapi 
Polda Sumbar Fasilitasi KUR Rp10,02 Miliar untuk Ratusan Petani Jagung dan Padi
Wartawan Diancam Usai Bongkar Dugaan Gadai Mobil Rental, Minta Polisi Lindungi Pers
DPD AKPERSI Banten Siap Bergerak, Ketum: Perluas Jaringan dan Jaga Integritas Pers
PANGLIMA BESAR HULUBALANG LAMR HADIRI PERESMIAN KAMPUNG TANGGUH ANTI NARKOBA KE-III DI PEKANBARU 
72 SISWA SMAN 1 LARANTUKA BEDAH KERJA WARTAWAN BERSAMA AKPERSI NTT

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Usia 63 Hari, Jagung Pipil Sabak Auh Tumbuh Subur

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:01 WIB

Cegah Bullying dan Bolos, Polsek Sabak Auh Sambangi SMAN 1 Sabak Auh

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:05 WIB

49 Hari Tumbuh Subur, Polsek Sabak Auh Rutin Cek Jagung

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Polsek Sabak Auh Cek Rutin Jagung Pipil di Belading Dukung Swasembada

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Polsek Sabak Auh Cek Pertumbuhan Jagung Dukung Swasembada Pangan

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Polsek Sabak Auh Pantau Jagung Pipil Usia 46 Hari di Belading

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Jagung Pipil di Kampung Belading Dicek Polsek Sabak Auh Dukung Swasembada

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Polsek Sabak Auh Tanam 200 Pohon Dukung Program Hijau Riau

Berita Terbaru

Polsek Sabak Auh rutin turun langsung cek pertumbuhan jagung pipil 0,5 hektar usia 63 hari bersama petani di Jl. Siak-Pakning RT l/RW l Kampung Belading Kec. Sabak Auh Kab. Siak, Jumat (30/10/2026). Kegiatan dukung swasembada jagung 2026. (Foto: Dok. Humas Polsek Sabak Auh)

Siak

Usia 63 Hari, Jagung Pipil Sabak Auh Tumbuh Subur

Jumat, 30 Okt 2026 - 12:42 WIB

Pangkal Pinang

BBPOM Pangkalpinang Luncurkan SIDULANG POM di MPP Bangka Tengah

Rabu, 21 Okt 2026 - 13:06 WIB