Pemerintah Pekanbaru Luncurkan Program Penukaran Sampah Jadi Uang, Warga Bisa Dapat Keuntungan F

ROSBINNER HUTAGAOL

- Redaksi

Minggu, 8 Maret 2026 - 09:04 WIB

5029 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru, riau21.com – Pemerintah Kota Pekanbaru meluncurkan program penukaran sampah menjadi uang bagi masyarakat, sebagai bagian dari visi Pekanbaru sebagai Green City (kota hijau). Program ini bekerja sama dengan Rekosistem, perusahaan teknologi pemulihan material terkemuka di Indonesia, dan menjadi yang pertama di Sumatera yang menggunakan sistem aplikasi digital dengan jaringan drop point yang tersebar luas. Minggu (8/03/2026).

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyatakan bahwa program ini dirancang untuk mengurangi volume sampah sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi warga.

“Masyarakat tidak lagi sekadar membuang sampah, tetapi bisa mendapatkan nilai ekonomi dari sampah tersebut. Ini adalah langkah konkret pemerintah dalam mengatasi tantangan pengelolaan limbah di Pekanbaru,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk menikmati fasilitas ini, warga cukup mengunduh aplikasi Rekosistem, membuat akun, dan mendatangi lokasi drop point terdekat.

Berbagai jenis sampah bernilai ekonomi dapat ditukarkan, mulai dari botol plastik, botol kaca, kertas/kardus, logam, minyak jelantah, hingga barang elektronik bekas.

Berikut adalah 10 lokasi drop point penukaran sampah di Pekanbaru:

1. RTH Putri Kaca Mayang

2. Area Wisata Alam Mayang

3. Area Universitas Riau (Kampus Panam)

4. TRC Pekanbaru Aman 112

5. Depan Ramayana STC

6. Mall Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru

7. Stadion Utama Riau

8. Taman dekat MPP

9. Pasar Pagi Panam

10. Simpang 4 Taman Rekreasi Rumbai

Program ini tidak membebani anggaran daerah, karena seluruh biaya ditanggung oleh pihak ketiga, yakni Rekosistem.

Masyarakat diharapkan lebih aktif memilah sampah dari rumah demi menjaga kebersihan kota sekaligus meraih keuntungan finansial dari limbah yang dihasilkan.

 

(Ros.H)

Berita Terkait

Polda Riau Rebus 100 Kg Sabu dan Ganja Jaringan Internasional
Hutan Dibakar Sawit Mekar, HMI Pekanbaru Sambangi DPRD Dikawal Polresta
Dilatih Pijat Tradisional, Warga Binaan Lapas Pekanbaru Siap Mandiri Usai Bebas.
Pria 61 Tahun Ditemukan Meninggal di Dapur Rumahnya di Limbungan Pekanbaru
Perkuat Silaturahmi, Wakapolda Riau Ibadah Minggu Kasih di GPIB Immanuel Pekanbaru
1.000 Masker Dibagikan PWMOI Riau dan Polsek di Tengah Kabut Asap
Belum Miliki Sertifikat Standar, 7 Tempat Biliar di Pekanbaru Terjaring Sidak
Kwarran Lima Puluh Resmi Dilantik, Kwarcab Dorong Sinergi

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Usia 63 Hari, Jagung Pipil Sabak Auh Tumbuh Subur

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:01 WIB

Cegah Bullying dan Bolos, Polsek Sabak Auh Sambangi SMAN 1 Sabak Auh

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:05 WIB

49 Hari Tumbuh Subur, Polsek Sabak Auh Rutin Cek Jagung

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Polsek Sabak Auh Cek Rutin Jagung Pipil di Belading Dukung Swasembada

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Polsek Sabak Auh Cek Pertumbuhan Jagung Dukung Swasembada Pangan

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Polsek Sabak Auh Pantau Jagung Pipil Usia 46 Hari di Belading

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Jagung Pipil di Kampung Belading Dicek Polsek Sabak Auh Dukung Swasembada

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Polsek Sabak Auh Tanam 200 Pohon Dukung Program Hijau Riau

Berita Terbaru

Polsek Sabak Auh rutin turun langsung cek pertumbuhan jagung pipil 0,5 hektar usia 63 hari bersama petani di Jl. Siak-Pakning RT l/RW l Kampung Belading Kec. Sabak Auh Kab. Siak, Jumat (30/10/2026). Kegiatan dukung swasembada jagung 2026. (Foto: Dok. Humas Polsek Sabak Auh)

Siak

Usia 63 Hari, Jagung Pipil Sabak Auh Tumbuh Subur

Jumat, 30 Okt 2026 - 12:42 WIB

Pangkal Pinang

BBPOM Pangkalpinang Luncurkan SIDULANG POM di MPP Bangka Tengah

Rabu, 21 Okt 2026 - 13:06 WIB