Hutan dibakar sawit mekar, HMI Pekanbaru sambangi DPRD Riau suarakan karhutla. Polresta kawal humanis dan buka ruang dialog terbuka dengan wakil rakyat.
PEKANBARU, riau21.com – Hutan dibakar sawit mekar, HMI Pekanbaru sambangi DPRD dikawal Polresta. Aksi damai dengan pesan menohok tersampaikan di gerbang DPRD Provinsi Riau Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru pada Selasa (27/10/2026) sore.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru sambangi DPRD Provinsi Riau. Sekitar 50 mahasiswa gelar aksi damai tuntut penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ketua Umum HMI Cabang Pekanbaru Raihan Darma Putra pimpin langsung aksi.
Massa bentangkan spanduk kain putih dengan tulisan tangan yang jadi sorotan. Spanduk bertuliskan “HUTAN DIBAKAR SAWIT PUN MEKAR PEMERINTAH NYAWIT”.
Mahasiswa gantung spanduk tersebut di gerbang DPRD Provinsi Riau sebagai simbol keprihatinan terhadap penanganan karhutla dan isu alih fungsi hutan untuk perkebunan sawit.
Tuntutan mahasiswa fokus pada empat poin. Pertama, penanganan karhutla yang serius. Kedua, penegakan hukum terhadap korporasi yang terbukti membakar lahan. Ketiga, penguatan upaya pencegahan. Keempat, pemulihan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol. Ronny Riantoko Eppang, S.I.K., M.M., pimpin langsung pengamanan. Polresta Pekanbaru kerahkan 182 personel gabungan dari Polresta Pekanbaru, Dit Samapta Polda Riau, Satbrimob Polda Riau, serta dukungan Satpol PP dan Dinas Perhubungan.
Polresta Humanis Jembatani Dialog
Di tengah orasi dan spanduk bernarasi kuat, Polresta Pekanbaru kedepankan pendekatan lembut, persuasif, dan humanis. Polresta Pekanbaru tidak hadapi mahasiswa dengan cara represif, tetapi jembatani aspirasi agar didengar langsung oleh wakil rakyat.
Kapolresta Pekanbaru terlihat dialog santai dengan koordinator aksi di lobi DPRD. Polresta Pekanbaru buka ruang komunikasi agar aksi berjalan aman, tertib, dan bermartabat.
“Kami hargai kebebasan berpendapat. Tugas kami jaga keamanan sekaligus pastikan adik-adik mahasiswa sampaikan aspirasi secara aman dan didengar langsung melalui dialog terbuka,” ujar Kombes Pol. Ronny Riantoko Eppang.
Ketua Umum HMI Cabang Pekanbaru Raihan Darma Putra sampaikan apresiasi atas pengawalan Polresta Pekanbaru yang berlangsung humanis dan tertib. Raihan harap tuntutan mahasiswa diteruskan kepada pemerintah dan instansi yang berwenang.
Berujung Dialog Terbuka di Ruang Rapat
Sekitar pukul 15.55 WIB, Ketua DPRD Provinsi Riau Kaderismanto bersama Wakil Ketua I Parisman Ihwan dan Wakil Ketua III H. Budiman Luis, S.H., temui massa dan ajak audiensi di ruang rapat DPRD Provinsi Riau.
Dialog terbuka bahas penanganan karhutla secara komprehensif. Ketua DPRD jelaskan pembagian kewenangan pemerintah pusat dan daerah, penanganan titik panas, pembentukan Masyarakat Peduli Api, dan dukungan program pelestarian lingkungan.
Perwakilan BPBD Provinsi Riau Jim Gafur, A.P., M.Si., tegaskan pihaknya terus bersiaga lakukan penanganan apabila temukan titik panas yang berpotensi picu karhutla.
Sekitar pukul 16.57 WIB, massa serahkan dokumen tuntutan kepada pihak DPRD.
Massa tinggalkan lokasi dan bubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 17.05 WIB. Situasi terpantau aman dan terkendali. Kapolresta Pekanbaru pimpin apel konsolidasi sebagai penutup kegiatan.
Melalui pengamanan humanis, Polresta Pekanbaru tunjukkan polisi hadir sebagai pelindung, pengayom, dan penjembatan aspirasi rakyat.
Reporter: Tim
Editor: Rosbinner Hutagaol
Sumber: Humas Polresta Pekanbaru





























