AKPERSI Minta Evaluasi Penanganan Karhutla di Sumsel

ROSBINNER HUTAGAOL

- Redaksi

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:38 WIB

5028 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PM2.5 tembus 903,6 dan 40.555 kasus ISPA, AKPERSI desak Kemendagri evaluasi.

PALEMBANG, riau21.com – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPP AKPERSI) Rino Triyono menilai Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru gagal menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara efektif. Senin (5/10/2026).

Penilaian itu disampaikan menyusul karhutla yang hingga Minggu (4/10/2026) masih terjadi di sejumlah wilayah, kabut asap kembali menyelimuti Palembang, dan kualitas udara masuk kategori berbahaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya menilai Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru telah gagal menangani persoalan karhutla secara efektif. Ini bukan tuduhan tanpa dasar. Kita bicara fakta di lapangan,” ujar Rino dalam siaran pers DPP AKPERSI.

Rino menegaskan pernyataannya merupakan penilaian organisasinya berdasarkan kondisi dan data di lapangan, bukan untuk menjatuhkan pribadi.

Karhutla Masih di Enam Daerah

Berdasarkan data Kementerian Kehutanan per 3 Oktober 2026, penanganan karhutla masih dilakukan di enam daerah, yakni Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin, Muara Enim, Ogan Ilir, Banyuasin, dan Kota Palembang.

Pada 4 Oktober, kebakaran masih terjadi di Desa Pedamaran V, Kecamatan Pedamaran, OKI, dengan luas sekitar 47 hektare. Di Palembang, kebakaran lahan juga masih terjadi di kawasan Talang Jambi.

Kualitas Udara Berbahaya

Rino menyoroti data kualitas udara pada 4 Oktober yang menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Palembang sempat mencapai 903,6 mikrogram per meter kubik, yang masuk kategori sangat berbahaya.

“Ini bukan lagi persoalan lingkungan semata. Ini persoalan keselamatan manusia,” katanya.

40.555 Kasus ISPA

Dinas Kesehatan Sumatera Selatan mencatat 40.555 kasus ISPA sepanjang September 2026. Palembang tertinggi dengan 10.965 kasus, disusul Musi Banyuasin 5.617 kasus, dan Muara Enim 3.350 kasus.

Rino mempertanyakan evaluasi pemerintah daerah atas lonjakan tersebut. Menurutnya, pemerintah seharusnya lebih kuat pada pencegahan dibanding pengobatan setelah warga terpapar.

Desak Kemendagri Evaluasi

Atas kondisi itu, DPP AKPERSI mendesak Kementerian Dalam Negeri melakukan evaluasi objektif berbasis data terhadap penanganan karhutla oleh Pemprov Sumsel.

AKPERSI juga meminta BNPB memperkuat operasi, Kementerian Kesehatan turun langsung membantu penanganan ISPA, serta Kementerian Kehutanan menindak tegas korporasi yang terbukti membakar lahan sesuai proses hukum.

Hingga berita ini disusun, redaksi belum mendapatkan tanggapan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan atas penilaian tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab sesuai UU Pers.

 

Penulis: DPP AKPERSI

Editor: Rosbinner Hutagaol – AKPERSI Kota Pekanbaru-Riau

Reporter: Tim

Sumber: Siaran Pers DPP AKPERSI

Berita Terkait

Respons Cepat Polrestabes Palembang Tuai Pujian: Pelaku Penganiayaan Viral Ditahan Sehari
HARI PERS DUNIA 2026, KETUM AKPERSI RINO TRIYONO: PERS HARUS JADI GARDA TERDEPAN BELA KEBENARAN
LIMA UMKM BINAAN PERSIT PD II SRIWIJAYA PAMERKAN SONGKET HINGGA HERBAL DI JAKARTA 7-9 MEI
Ketum Rino Triyono: AKPERSI Sumsel Harus Jadi Pilar Demokrasi yang Terpercaya 
LSP Difindo dan AKPERSI Teken MoU, Momentum Kebangkitan Profesionalisme Jurnalis Nasional
The Art of Public Speaking: Tips and Techniques for Delivering a Powerful Presentation

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Usia 63 Hari, Jagung Pipil Sabak Auh Tumbuh Subur

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:01 WIB

Cegah Bullying dan Bolos, Polsek Sabak Auh Sambangi SMAN 1 Sabak Auh

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:05 WIB

49 Hari Tumbuh Subur, Polsek Sabak Auh Rutin Cek Jagung

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Polsek Sabak Auh Cek Rutin Jagung Pipil di Belading Dukung Swasembada

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Polsek Sabak Auh Cek Pertumbuhan Jagung Dukung Swasembada Pangan

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Polsek Sabak Auh Pantau Jagung Pipil Usia 46 Hari di Belading

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Jagung Pipil di Kampung Belading Dicek Polsek Sabak Auh Dukung Swasembada

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Polsek Sabak Auh Tanam 200 Pohon Dukung Program Hijau Riau

Berita Terbaru

Polsek Sabak Auh rutin turun langsung cek pertumbuhan jagung pipil 0,5 hektar usia 63 hari bersama petani di Jl. Siak-Pakning RT l/RW l Kampung Belading Kec. Sabak Auh Kab. Siak, Jumat (30/10/2026). Kegiatan dukung swasembada jagung 2026. (Foto: Dok. Humas Polsek Sabak Auh)

Siak

Usia 63 Hari, Jagung Pipil Sabak Auh Tumbuh Subur

Jumat, 30 Okt 2026 - 12:42 WIB

Pangkal Pinang

BBPOM Pangkalpinang Luncurkan SIDULANG POM di MPP Bangka Tengah

Rabu, 21 Okt 2026 - 13:06 WIB