Kemendikdasmen tunjuk SMAN 8 sebagai pelaksana Pembelajaran Jarak Jauh bagi usia 16-18 tahun
PEKANBARU, riau21.com – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI menunjuk SMA Negeri 8 Pekanbaru sebagai sekolah induk pelaksana program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Program ini menyasar Anak Tidak Sekolah (ATS) di Provinsi Riau yang masih berada dalam usia sekolah.
Penunjukan tersebut menjadikan SMA Negeri 8 Pekanbaru sebagai sekolah terbaik di Riau yang dipercaya menjalankan sistem pendidikan alternatif untuk menurunkan angka putus sekolah.
Kepala SMA Negeri 8 Pekanbaru, Benny Rio Denaldy, S.Si., M.Si., mengatakan, program PJJ ini bukan diperuntukkan bagi siswa yang tidak diterima di SMA Negeri 8. Melainkan khusus bagi anak putus sekolah yang ingin melanjutkan pendidikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita siap menjalankan program dari Kemendikdasmen ini. Sebagai sekolah induk, guru-guru kami sudah mengikuti pelatihan selama 3 hari untuk memahami sistem pembelajaran digital dan Learning Management System,” kata Benny, kepada Media, Rabu (22/7/2026).
Pembelajaran dari Rumah Pakai Modul Digital
Manajer Riset dan Pengembangan SEAMOLEC, Arie Susanty menjelaskan, dalam program PJJ siswa tidak perlu datang ke sekolah. Proses belajar dilakukan dari rumah melalui sistem digital.
“Materi ajar menggunakan modul yang disiapkan oleh Puskurjar Kemendikdasmen dan didistribusikan ke sekolah induk. Jadi anak belajar dari rumah dengan pendampingan guru secara daring,” jelas Arie usai memberikan materi di SMA Negeri 8 Pekanbaru.
Tujuan utama program ini adalah memberikan layanan pendidikan berkualitas melalui pemanfaatan teknologi informasi, serta memastikan kurikulum yang digunakan tetap sesuai kurikulum nasional.
Syarat dan Sekolah Mitra
Untuk mengikuti program PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh), calon peserta harus memenuhi beberapa syarat: Anak Tidak Sekolah, berusia 16-18 tahun, bersedia mengikuti pembelajaran daring, dan memiliki NISN yang tidak aktif minimal 2 tahun.
Pendaftaran program ini dibuka mulai Juli hingga Agustus 2026. Perkiraan pembelajaran akan dimulai pada Agustus mendatang.
Sebagai sekolah induk, SMA Negeri 8 Pekanbaru juga menggandeng sejumlah sekolah mitra di kabupaten/kota.
Di antaranya SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu, SMA Negeri 2 Dumai, SMA Negeri 1 Rengat, SMA Negeri 1 Bagan Sinembah, dan SMA Negeri 2 Tebing Tinggi.
“Kita berharap dengan adanya PJJ ini, kompetensi guru meningkat dan semakin banyak anak Riau yang mendapat kesempatan kembali belajar,” tutup Benny.
Sumber: Kepala SMAN 8 Pekanbaru, Benny Rio Denaldy
Editor: Rosbinner Hutagaol





























