Melalui boneka gajah Sumatra, Polda Riau gaungkan gerakan penghijauan nasional
PEKANBARU, riau21.com – Riuh pengambilan race pack Riau Bhayangkara Run (RBR) 2026 di GOR Gelanggang Remaja Pekanbaru, Sabtu (18/7/2026), berubah menjadi momen haru.
Di luar perlengkapan lari, 15.000 peserta menerima “amanah” dari Polda Riau. Sebuah boneka anak gajah Sumatra bernama Nona Seroja yang menggendong tas kecil berisi bibit pohon trembesi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Momen itu dirasakan Naira (11), siswi Sekolah Taruna Islam Pekanbaru. Wajahnya sumringah saat membuka race pack.
“Saya baru ambil race pack event RBR, sangat senang karena ada yang beda. Di dalam race pack ada boneka gajah Nona Seroja,” katanya polos.
Kebahagiaan Naira bertambah saat tahu isi tas boneka tersebut.
“Bibit ini nanti mau saya tanam di pekarangan rumah. Semoga bisa bermanfaat bagi keluarga kami dan orang banyak. Terima kasih Nona Seroja,” ujarnya.
Aksi Nyata Green Policing
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan pembagian ini bukan sekadar souvenir. Ini adalah bagian dari program Green Policing Polda Riau.
“Kami menitipkan bibit pohon trembesi melalui boneka Nona Seroja kepada 15.000 peserta Riau Bhayangkara Run. Harapannya bibit ini dapat ditanam dan menjadi kehidupan baru yang dapat melestarikan alam kita,” ujar Irjen Herry.
Ia berharap, dari 15.000 tangan peserta, akan tumbuh 15.000 pohon baru. Menjadi warisan hijau untuk anak cucu.
Nona Seroja, Simbol Perlawanan Terhadap Punah
Sosok Nona Seroja bukan boneka biasa. Ia adalah nama anak gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) betina yang lahir di Camp Eleven Flying Squad, Taman Nasional Tesso Nilo, Pelalawan.
Kelahirannya adalah kabar baik di tengah status gajah Sumatra yang terancam punah kritis.
Nama “Seroja” dipilih langsung oleh Kapolda. Terinspirasi dari bunga lotus yang mekar indah meski tumbuh dari lumpur.
Itu pesan: semangat menjaga alam harus tetap hidup, seberat apapun tantangannya.
Melalui Nona Seroja, Polda Riau ingin menanamkan kesadaran. Khususnya kepada generasi muda, bahwa menjaga bumi dimulai dari satu bibit, satu tindakan.
Kini, setiap peserta RBR 2026 pulang tidak hanya membawa medali. Mereka pulang membawa tanggung jawab: menanam harapan demi bumi yang lebih hijau.
Sumber: Humas Polresta Pekanbaru
Editor: Rosbinner Hutagaol





























