Ade Darman: Silaturahmi lama, jangan dipelintir jadi persaingan
JAKARTA, riau21.com – Sekretaris Jenderal DPP Organisasi Generasi Perubahan Nusantara Indonesia (GPNI) Ade Darman menilai tafsir Muhammad Said Didu soal kunjungan mantan Presiden Joko Widodo ke Lampung keliru dan tidak berdasar, Jumat (3/7/2026).
Hal itu disampaikan Ade Darman menanggapi konten YouTube Said Didu yang mengaitkan kedatangan Jokowi ke Lampung dengan lambang gajah Partai Solidaritas Indonesia dan wilayah sebarannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dikaitkan dengan lambang gajah PSI, tafsir seperti itu keliru. Kunjungan Bapak Joko Widodo ke Lampung adalah bagian dari sejarah silaturahmi yang sudah terjalin lama, bukan tanda persaingan atau pemisahan,” tegas Ade Darman di Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Ade Darman juga memastikan relasi Joko Widodo dan Prabowo Subianto tetap solid sejak awal.
“Bapak Jokowi tidak pernah berpisah jalan dengan Bapak Prabowo Subianto. Sejak awal menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, beliau sudah mendapatkan dukungan penuh dari Bapak Prabowo. Kalau dasarnya sudah kuat dan saling mendukung, bagaimana mungkin bisa dianggap sedang bersaing?” jelasnya.
DPP GPNI meminta masyarakat menolak isu yang memecah belah persatuan.
“Kami dari DPP GPNI tegas membantah seluruh pernyataan yang memutarbalikkan fakta tersebut. Kami mengimbau masyarakat jangan mudah percaya dan menyebarkan isu yang berpotensi memecah belah persatuan anak bangsa. Kondisi politik saat ini seolah masih ada pihak yang berperilaku seperti anak kecil, suka mengadu domba serta menyampaikan informasi yang belum teruji kebenarannya di ruang publik, hal ini harus kita tolak bersama demi persatuan negara,” kata Ade Darman.
Sumber: Rilis DPP GPNI
Editor: Rosbinner Hutagaol





























