3 Medali IABO 2026 jadi bukti sekolah tempat terbaik kenali diri, rawat cita-cita, dan belajar peradaban. Kepsek Benny Rio: Ini untuk semua anak Riau.
PEKANBARU, riau21.com – Dari ruang kelas di Pekanbaru, tiga pelajar SMA Negeri 8 membuktikan bahwa anak Riau mampu berdiri sejajar di panggung dunia. Rangga Pratama (XI.11), Darel Azka Satriadi Putra (XI.10), dan Risya Zahra (XI.7) sukses menyabet medali emas, perak, dan perunggu pada International Applied Biology Olympiad (IABO) 2026 di Bali, Minggu (28/6/2026).
Prestasi ini bukan hanya milik SMA Negeri 8. Ini kabar gembira untuk seluruh sekolah di Riau. Bahwa dengan semangat, cita-cita bisa digapai dari mana saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
*Sekolah, Tempat Kenali Diri dan Peradaban*
Kepala Sekolah “SMA Negeri 8” Pekanbaru, Benny Rio Denaldy, menyebut kemenangan ini lahir dari proses panjang di sekolah. Menurutnya, sekolah bukan sekadar tempat menimba ilmu, tapi ruang bagi siswa mengenali dirinya sendiri lewat peradaban yang dipelajari setiap hari.
“Anak-anak ini bangga jadi pelajar. Mereka tekun, mereka tahu mau ke mana. Di sekolah mereka belajar biologi, sejarah, karakter, dan arti menghargai diri. Itu bekal untuk menembus batas,” kata Benny.
Benny menegaskan, SMA Negeri 8 selalu berusaha menjalankan fungsi sekolah seutuhnya: menjadi tempat aman, baik, dan saling menguatkan.
Guru berperan sebagai pembimbing, orang tua sebagai penyemangat di rumah. Kolaborasi itu yang membuat siswa berani bermimpi besar.
*Pesan untuk Seluruh Pelajar Riau*
Kemenangan Rangga, Darel, dan Risya diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh siswa di Bumi Lancang Kuning. Bahwa keterbatasan bukan halangan. Dari bangku sekolah di Riau, anak-anak bisa mengukir sejarah.
“Ini bukti semangat anak Riau luar biasa. Semoga sekolah-sekolah lain makin terpacu. Jadikan sekolah rumah untuk tumbuh, tempat kalian kenali potensi, lalu kejar cita-cita setinggi mungkin,” pesan Benny.
Dengan ide dan program yang terus dikembangkan, SMA Negeri 8 Pekanbaru ingin ikut mendorong maju pendidikan Riau. Bukan hanya soal medali, tapi bagaimana melahirkan generasi yang bangga pada dirinya, pada sekolahnya, dan pada daerahnya.
Sumber: Kepala Sekolah SMAN 8 Pekanbaru
Editor: Rosbinner Hutagaol





























