Dokumentasi: APTMR
Ketua Umum APTMR Alex Cowboy menilai dialog adalah jalan paling efektif untuk menyelesaikan konflik agraria di Riau. Menurutnya, komunikasi terbuka antara warga, pemerintah, dan perusahaan dapat mencegah persoalan lahan meluas.
PEKANBARU, riau21.com – Penyelesaian sengketa lahan di Riau harus dikedepankan melalui komunikasi dan musyawarah, bukan konfrontasi. Hal itu disampaikan Ketua Umum Asosiasi Petani dan Masyarakat Riau (APTMR), Alex Cowboy, saat menemui warga yang menyampaikan aduan terkait hak plasma, Selasa 19/5/2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Alex menjelaskan, APTMR hadir sebagai jembatan antara masyarakat dengan pihak terkait.
Peran organisasi adalah memastikan suara warga didengar dan diproses sesuai prosedur yang berlaku.
“Kalau semua pihak mau duduk bersama dan bicara terbuka, banyak masalah yang bisa diselesaikan tanpa harus bentrok. Itu yang terus kami dorong,” kata Alex saat ditemui, Kamis (4/9/2026).
Ia menambahkan, konflik agraria sering terjadi karena kurangnya komunikasi di awal. Karena itu, APTMR mendorong pemerintah daerah dan perusahaan untuk membuka ruang dialog yang transparan.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah kendala terkait pelaksanaan hak plasma yang belum berjalan sesuai kesepakatan. APTMR mencatat semua masukan untuk menjadi bahan mediasi selanjutnya.
Langkah ini, menurut Alex, sejalan dengan semangat menjaga stabilitas sosial di daerah. Ia berharap semua pihak menahan diri dan mengutamakan penyelesaian damai.
“Kami tidak ingin ada pihak yang dirugikan. Solusi terbaik adalah yang adil dan bisa diterima bersama,” ujarnya.
APTMR berencana menindaklanjuti hasil pertemuan dengan menyusun laporan dan menjadwalkan pertemuan lanjutan bersama instansi terkait.
Sumber: Ketua Umum APTMR
Editor: Rosbinner Hutagaol





























