Lurah Ryan Wibowo & Panitia Peddinan sepakati pemilihan usai mediasi Kabag Hukum Pemko. Edi Candra tolak pendataan ulang, tapi musyawarah jalan
Tokoh Arwin: Kami kawal agar Damai.
PEKANBARU – Rabu (6/5/2026), riau21.com / Pemilihan Ketua RW 03 Kelurahan Tebing Tinggi Okura akhirnya terlaksana usai Lurah Tebing Tinggi bersama tokoh masyarakat, para calon, serta panitia pemilihan mengadakan pertemuan Senin (4/5/2026) di aula kantor Kelurahan Tebing Tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Panitia Pemilihan, Peddinan, membenarkan pemilihan digelar Rabu (6/5/2026).
“Kami panitia akan mengadakan pemilihan Ketua RW 03, berdasarkan kesepakatan yang diketahui Lurah Tebing Tinggi,” ujar Peddinan melalui sambungan telepon.
Peddinan menyebut panitia sudah bekerja. “Undangan untuk pemilihan sudah dibagikan, serta pemberitahuan atau imbauan sudah kami sebarkan,” terangnya.
Lebih lanjut Peddinan mengatakan keputusan ini diambil berdasarkan desakan masyarakat agar segera lakukan pemilihan sehingga ada yang memimpin kampung. Selain itu, berdasarkan opsi yang disampaikan Kabag Hukum Pemko yang datang untuk mediasi.
“Dimana opsi tersebut untuk melakukan pendataan ulang dukungan warga terhadap calon yang disetujui 3 calon, yaitu Slamet, Sucipto dan Amir Hasan, hanya calon Edi Candra yang tidak setuju,” beber Peddinan.
“Atas dasar inilah kami panitia mengadakan pemilihan, karena musyawarah mufakat serta desakan masyarakat,” tutupnya.
Dikonfirmasi terpisah, Lurah Tebing Tinggi, Ryan Wibowo, membenarkan pemilihan Rabu (6/5/2026).
“Pemilihan ini adanya desakan masyarakat yang telah menandatangani surat pernyataan bahwa pemilihan tetap melibatkan empat calon,” ujarnya.
“Terkait ada yang walkout dalam rapat kemarin, itu hak pribadi orang dalam menyampaikan pendapat. Kalau pendapatnya tidak diterima, tidak masalah. Yang jelas musyawarah kami kemarin berjalan lancar tanpa ada permasalahan apapun di masyarakat,” terang Ryan.
“Kami berharap sama-sama kita sukseskan, dan bawalah DPT di setiap RT untuk datang memilih, karena kontestasi ini demi kepentingan masyarakat semua,” imbau Ryan.
“Berharap jangan ada permasalahan pada saat pemilihan. Pemilihan berjalan lancar aman dan damai sehingga menghasilkan pemimpin yang layak menurut masyarakat,” tambahnya.
Tokoh masyarakat, Arwin, sangat mengapresiasi keputusan panitia dan Lurah.
“Mulai dari pertama kali penundaan terjadi sampai sekarang pihak yang dipermasalahkan maupun pihak yang keberatan selalu diakomodir oleh Lurah maupun panitia,” ujar Arwin.
Kemarin kami menyerahkan pernyataan kepada Kelurahan dan panitia, menuntut segera diadakan pemilihan ulang.
“Dengan bijak pak lurah dan panitia mempertimbangkan segala hal dan aspek sehingga berani memutuskan segera dilakukan pemilihan,” terang Arwin.
“Dengan terlaksananya pemilihan, kami sebagai masyarakat yang sudah lama tidak memiliki sosok pemimpin, tentu merasa sangat senang sekali,” katanya. Arwin mengajak tokoh masyarakat lain mengambil peran, menghimbau warga yang punya hak pilih untuk hadir.
“Kami sebagai tokoh masyarakat sudah pasti akan hadir, mengamati situasi dan ikut mengamankan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” beber Arwin.
“Sehingga bisa bersama-sama menenangkan masyarakat demi terwujudnya keinginan kita sama-sama, yaitu terlaksananya pemilihan. Dan kalaupun ada sanggahan maupun keberatan, sesuai dengan aturannya, agar disampaikan setelah selesai pemilihan,” tutup Arwin.
_Catatan redaksi: riau21.com masih berupaya mengonfirmasi kepada calon Edi Candra terkait penolakannya terhadap opsi pendataan ulang dukungan. Sampai berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan._
Sumber: Cici
Editor: Rosbinner.Hutagaol





























