DPD IMM: Literasi Perempuan Jadi Kunci Gerakkan Perubahan Sosial

ROSBINNER HUTAGAOL

- Redaksi

Rabu, 9 September 2026 - 03:38 WIB

5023 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Literasi Perempuan Jadi Kunci Gerakkan Perubahan Sosial

Sekretaris Umum DPD IMM Riau Hanifah Putri Purnomo menegaskan penguatan literasi perempuan penting untuk menjawab tantangan global dan menggerakkan perubahan sosial.

PEKANBARU, riau21.com – Penguatan literasi perempuan dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam menghadapi berbagai tantangan global saat ini. Mulai dari perkembangan teknologi digital, perubahan iklim, ketimpangan sosial, hingga disinformasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Umum DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Riau, Hanifah Putri Purnomo, dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).

“Literasi tidak lagi sebatas membaca dan menulis. Di era modern, literasi mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, menggunakan teknologi secara bijak, serta mengambil keputusan berdasarkan nilai yang benar,” ujar Hanifah.

Perempuan Berkemajuan Lewat Literasi

Menurut Hanifah, perempuan memiliki posisi strategis dalam kehidupan sosial. Peran perempuan tidak hanya di ranah keluarga, tetapi juga di bidang pendidikan, ekonomi, politik, kesehatan, hingga ruang publik.

Perempuan berkemajuan, lanjutnya, adalah perempuan yang mengembangkan diri berlandaskan ilmu pengetahuan, nilai kemanusiaan, dan semangat memberi manfaat bagi masyarakat.

“Melalui literasi, perempuan dapat memperluas wawasan dan tidak mudah menerima informasi mentah. Di tengah derasnya arus informasi digital, literasi membantu perempuan menjadi pengguna teknologi yang cerdas dan bertanggung jawab,” katanya.

Ia menambahkan, literasi juga mencakup kesehatan, finansial, hukum, politik, dan lingkungan.

Semakin luas literasi yang dimiliki perempuan, semakin besar kapasitasnya dalam mengambil keputusan yang berdampak bagi diri, keluarga, dan masyarakat.

Jadi Penggerak Perubahan Sosial

Hanifah menegaskan perubahan sosial tidak selalu dimulai dari hal besar.

Aksi sederhana seperti membiasakan anak membaca, memberikan edukasi kesehatan, hingga menggunakan media sosial untuk informasi edukatif merupakan contoh nyata peran literasi.

“Perempuan memiliki kemampuan menjadi penghubung antara pengetahuan dan kehidupan sosial. Pengetahuan harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata,” ujarnya.

Di tengah tantangan global seperti kecerdasan buatan, otomatisasi pekerjaan, dan ketidakpastian ekonomi, perempuan perlu dipersiapkan menjadi aktor, bukan hanya konsumen perubahan.

Butuh Ekosistem yang Mendukung

Hanifah menilai penguatan literasi perempuan tidak bisa dibebankan hanya kepada perempuan. Diperlukan dukungan keluarga, lembaga pendidikan, pemerintah, dunia usaha, dan komunitas.

Ia mendorong 4 langkah utama, membangun ekosistem literasi perempuan:

1. Budaya belajar sepanjang hayat, melalui buku, artikel, podcast, hingga diskusi komunitas.

2. Penguatan literasi digital, agar perempuan dapat menggunakan teknologi secara produktif, aman, dan etis.

3. Perluasan ruang komunitas belajar, sebagai tempat bertukar gagasan dan solusi.

4. Menghubungkan literasi dengan aksi. Seperti pemberdayaan ekonomi, kampanye kesehatan, dan perlindungan lingkungan.

“Menjadi perempuan berkemajuan bukan berarti meninggalkan nilai dan budaya. Kemajuan harus berjalan beriringan dengan moralitas dan tanggung jawab sosial. Perempuan berkemajuan adalah yang mampu mengubah wawasan menjadi tindakan dan tindakan menjadi kebermanfaatan,” pungkas Hanifah.

 

Sumber: DPD IMM Riau

Penulis: Sekretaris DPD IMM, Hanifah Putri Purnomo

Editor: Rosbinner Hutagaol

Berita Terkait

Polda Riau Rebus 100 Kg Sabu dan Ganja Jaringan Internasional
Hutan Dibakar Sawit Mekar, HMI Pekanbaru Sambangi DPRD Dikawal Polresta
Dilatih Pijat Tradisional, Warga Binaan Lapas Pekanbaru Siap Mandiri Usai Bebas.
Pria 61 Tahun Ditemukan Meninggal di Dapur Rumahnya di Limbungan Pekanbaru
Perkuat Silaturahmi, Wakapolda Riau Ibadah Minggu Kasih di GPIB Immanuel Pekanbaru
1.000 Masker Dibagikan PWMOI Riau dan Polsek di Tengah Kabut Asap
Belum Miliki Sertifikat Standar, 7 Tempat Biliar di Pekanbaru Terjaring Sidak
Kwarran Lima Puluh Resmi Dilantik, Kwarcab Dorong Sinergi

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Usia 63 Hari, Jagung Pipil Sabak Auh Tumbuh Subur

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:01 WIB

Cegah Bullying dan Bolos, Polsek Sabak Auh Sambangi SMAN 1 Sabak Auh

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:05 WIB

49 Hari Tumbuh Subur, Polsek Sabak Auh Rutin Cek Jagung

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Polsek Sabak Auh Cek Rutin Jagung Pipil di Belading Dukung Swasembada

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Polsek Sabak Auh Cek Pertumbuhan Jagung Dukung Swasembada Pangan

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Polsek Sabak Auh Pantau Jagung Pipil Usia 46 Hari di Belading

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Jagung Pipil di Kampung Belading Dicek Polsek Sabak Auh Dukung Swasembada

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Polsek Sabak Auh Tanam 200 Pohon Dukung Program Hijau Riau

Berita Terbaru

Polsek Sabak Auh rutin turun langsung cek pertumbuhan jagung pipil 0,5 hektar usia 63 hari bersama petani di Jl. Siak-Pakning RT l/RW l Kampung Belading Kec. Sabak Auh Kab. Siak, Jumat (30/10/2026). Kegiatan dukung swasembada jagung 2026. (Foto: Dok. Humas Polsek Sabak Auh)

Siak

Usia 63 Hari, Jagung Pipil Sabak Auh Tumbuh Subur

Jumat, 30 Okt 2026 - 12:42 WIB

Pangkal Pinang

BBPOM Pangkalpinang Luncurkan SIDULANG POM di MPP Bangka Tengah

Rabu, 21 Okt 2026 - 13:06 WIB