Pemko Pekanbaru luncurkan KPA Goes to School untuk tekan tren HIV/AIDS di usia remaja
PEKANBARU, riau21.com – Sebanyak 1300 siswa SMP Negeri 6 Pekanbaru, Rumbai, mengikuti penyuluhan pencegahan HIV/AIDS. Kegiatan ini merupakan bagian dari program “KPA Goes to School” yang digagas Pemerintah Kota Pekanbaru bersama Dinas Kesehatan dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pekanbaru, Rabu (12/8/2026).
Program ini diluncurkan menyusul meningkatnya kekhawatiran terhadap tren kasus HIV/AIDS yang kini mulai menyasar usia remaja. Padahal sebelumnya mayoritas penderita berasal dari kelompok usia dewasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar hadir langsung memimpin penyuluhan. Ia menegaskan edukasi sejak dini penting agar siswa memahami bahaya HIV/AIDS, cara penularan, dan cara melindungi diri.
“Melalui program KPA Goes to School, kami ingin memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang bahaya HIV/AIDS, bagaimana penularannya, serta bagaimana cara melindungi diri agar tidak terjerumus ke dalam perilaku berisiko,” ujar Markarius.
Sebelumnya, Pemko Pekanbaru telah berkolaborasi dengan Dinkes Provinsi Riau untuk menggelar penyuluhan di tingkat SMA.
Kini kegiatan difokuskan ke seluruh SMP di Kota Pekanbaru secara bergilir setiap pekan hingga seluruh sekolah mendapat giliran.
Selain materi kesehatan, para pelajar juga dibekali pemahaman tentang pentingnya menjaga diri, menjauhi pergaulan bebas, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan sebagai benteng moral.
“Dalam setiap kegiatan, kami juga menghadirkan ustaz untuk memberikan pembinaan mental dan spiritual. Sehingga siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dari sisi kesehatan, tetapi juga penguatan karakter dan nilai agama,” jelas Markarius.
Sekretaris Dinkes Pekanbaru Dedy Sambudi menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Agung Nugroho untuk menggenjot pencegahan HIV/AIDS di kalangan generasi muda.
“Kami sengaja turun langsung ke sekolah-sekolah agar siswa memperoleh pemahaman yang benar mengenai pencegahan HIV/AIDS dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing,” katanya.
Melalui program ini, Pemko Pekanbaru berharap kesadaran pelajar terhadap bahaya HIV/AIDS semakin meningkat sehingga mampu menekan angka penyebaran penyakit tersebut di masa mendatang.
Sumber: Pemko Pekanbaru
Editor: Rosbinner Hutagaol





























