Bersama mahasiswa KKN UNRI tanamkan karakter hormati sesama sejak dini
PELALAWAN, riau21.com – Upaya pencegahan perundungan dan penyalahgunaan narkoba terus digencarkan di lingkungan sekolah. Bhabinkamtibmas Kelurahan Teluk Meranti Aiptu Handayanto Simanjuntak bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) menggelar edukasi kepada siswa-siswi SDN 015 Teluk Punak, Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas SDN 015 Teluk Punak, Jalan Lintas Bono, Kecamatan Teluk Meranti ini menyasar siswa kelas I hingga kelas VI.
Materi Bullying dan Bahaya Narkoba
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sosialisasi tersebut, para siswa diberikan pemahaman tentang pengertian bullying, dampak negatif bagi korban dan pelaku, serta konsekuensi hukum dari tindakan perundungan.
Selain itu, siswa juga diedukasi mengenai bahaya narkoba. Mulai dari dampak terhadap kesehatan, prestasi belajar, masa depan, hingga lingkungan sosial.
“Kami ingin anak-anak memahami sejak dini bahwa bullying dan narkoba adalah perilaku yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” ujar Aiptu Handayanto.
Tanamkan Sikap Saling Menghormati
Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan dapat saling menghormati, menghargai teman, serta berani menolak segala bentuk perundungan dan penyalahgunaan narkoba di sekolah.
Sinergi antara Polri dan mahasiswa KKN UNRI diharapkan mampu membentuk karakter pelajar yang lebih baik.
Bentuk Kepedulian Polri untuk Generasi Muda
Kapolsek Teluk Meranti IPDA Vicki Rizky, S.H., menyampaikan kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari upaya preventif Polri.
“Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan edukasi kepada generasi muda agar terhindar dari bullying dan narkoba. Dengan pemahaman yang baik sejak dini, diharapkan anak-anak tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan menciptakan lingkungan belajar yang aman,” kata Kapolsek.
Dengan kegiatan ini, diharapkan tercipta situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Teluk Meranti.
Sumber: Humas Polsek Teluk Meranti
Editor: Rosbinner Hutagaol





























