Irjen Herry Heryawan datangi RS Awal Bros pastikan kondisi Muhammad Lutfi membaik. Propam dan Reskrim diminta selidiki SOP pengamanan serta cari pelaku tanpa pandang bulu, Kamis 25 Juni 2026.
PEKANBARU, riau21.com – Respons cepat ditunjukkan Polda Riau terhadap insiden mahasiswa terluka saat aksi penyampaian pendapat. Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan langsung menjenguk Muhammad Lutfi yang dirawat di Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru, Kamis (25/6/2026).
Langkah ini menjadi bukti Polda Riau tanggap terhadap setiap kejadian yang menimpa masyarakat, terlebih mahasiswa yang sedang menyuarakan aspirasi agar didengar pejabat.
Kapolda memastikan Lutfi mendapat pelayanan medis maksimal sekaligus memberi dukungan moril kepada mahasiswa dan keluarganya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari ini saya datang langsung ke RS Awal Bros untuk memastikan kondisi kesehatan Lutfi dan penanganan medis terlayani dengan baik, sekaligus memberi dukungan moril bagi Lutfi dan kedua orang tuanya,” kata Herry.
Kondisi Mahasiswa Membaik
Dari hasil komunikasi dengan orang tua korban, kondisi Lutfi disebut berangsur membaik dan diperkirakan bisa lanjut perawatan di rumah dalam beberapa hari ke depan.
“Tadi saya bicara banyak dengan kedua orang tuanya. Kondisi Lutfi alhamdulillah sudah berangsur membaik. Semoga segera sembuh sehingga bisa beraktivitas kembali,” ujarnya.
Perintah Tegas: Usut Tanpa Pandang Bulu
Herry menegaskan kebebasan berpendapat di muka umum dilindungi konstitusi sepanjang tidak anarkis. Ia telah memerintahkan Propam dan Direktorat Reserse Kriminal Umum mengusut tuntas insiden tersebut.
Propam saat ini memeriksa seluruh rangkaian pengamanan aksi, mulai apel kesiapan hingga kegiatan berakhir, untuk memastikan SOP dijalankan.
Reskrim diminta mengungkap pelaku yang menyebabkan Lutfi terluka.
“Apakah pelakunya anggota saya sendiri, pihak lain, atau penyusup. Ini harus jelas. Kalau salah ya salah, titik. Saya bertanggung jawab kalau anggota saya salah,” tegas Herry.
Apresiasi Mahasiswa Tempuh Jalur Hukum
Kapolda menilai laporan IMM bersama Aliansi Cipayung Plus Kota Pekanbaru ke Polda Riau menunjukkan kepercayaan mahasiswa terhadap mekanisme hukum. Mereka meminta pengungkapan fakta transparan dan evaluasi pola pengamanan aksi.
“Ini menunjukkan adik-adik mahasiswa masih percaya proses penegakan hukum. Karena itu jadi tanggung jawab kami bekerja profesional, transparan, dan akuntabel,” ujar Herry.
Ia menegaskan mahasiswa adalah aset strategis bangsa dan mitra penting kepolisian. Setiap aksi penyampaian pendapat harus tetap mendapat perlindungan dan pengawalan baik dari aparat.
Herry mengajak semua pihak menahan diri. “Mari percayakan proses ini kepada mekanisme hukum. Jangan saling menyalahkan sebelum seluruh fakta terang,” pungkasnya.
Melindungi Tuah, Menjaga Marwah
Layanan Pengaduan Polda Riau
Jika masyarakat menemukan aktivitas narkoba, segera laporkan No: WhatsApp 0813-6306-547
Bantuan polisi cepat: Layanan Kepolisian telepon 110
Sumber:HumasPolda Riau
Editor: Rosbinner Hutagaol





























