Pekanbaru, riau21.com – BEM Se-Riau koordinator Teguh Wardana menyatakan sikap tegas dan kemarahan terbuka atas terjadinya kecelakaan kerja di PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) yang kembali mencoreng wajah industri di Provinsi Riau. Peristiwa ini bukan lagi dapat disebut sebagai insiden biasa, melainkan indikasi kuat adanya pembiaran sistemik terhadap keselamatan buruh. Senin (6/04/2026).
Kecelakaan kerja yang terus berulang menunjukkan bahwa nyawa pekerja seolah tidak menjadi prioritas. Dalam situasi ini, publik patut bertanya: apakah keselamatan hanya menjadi slogan formalitas di atas kertas, sementara di lapangan buruh dibiarkan menghadapi risiko maut setiap hari?
Teguh Wardana, selaku Koordinator Pusat BEM Se-Riau, menegaskan:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami menilai ini bukan sekadar kecelakaan kerja, tetapi bentuk pembiaran yang berpotensi mematikan. Jika pola ini terus terjadi, maka wajar publik mempertanyakan: ada apa sebenarnya dengan sistem keselamatan kerja di PT IKPP?”
BEM Se-Riau menyoroti beberapa hal krusial:
-Dugaan lemahnya implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan perusahaan.
Minimnya transparansi terkait data kecelakaan kerja yang terjadi.
Lemahnya pengawasan dari pihak terkait yang seharusnya menjadi garda terdepan perlindungan buruh.
-Situasi ini memperlihatkan bahwa buruh berada dalam posisi paling rentan, sementara pihak perusahaan dan otoritas terkait belum menunjukkan langkah tegas yang sebanding dengan risiko yang dihadapi para pekerja setiap harinya.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan keberpihakan kepada buruh, BEM Se-Riau menyampaikan tuntutan tegas:
-Mendesak Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau untuk segera melakukan investigasi menyeluruh, terbuka, dan tanpa kompromi.
-Meminta aparat penegak hukum untuk turun tangan mengusut dugaan kelalaian yang menyebabkan kecelakaan kerja.
-Menuntut PT IKPP untuk membuka secara transparan seluruh data kecelakaan kerja dan melakukan evaluasi total sistem K3.
-Mendesak audit independen terhadap seluruh sistem keselamatan kerja perusahaan.
BEM Se-Riau memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan dan pertanggungjawaban nyata. Keselamatan kerja bukanlah pilihan, melainkan kewajiban mutlak yang tidak bisa ditawar.
BEM Se-Riau menegaskan bahwa apabila tuntutan ini tidak diindahkan dalam waktu dekat, maka:
BEM Se-Riau akan mengambil langkah tegas dengan menggelar aksi turun ke jalan sebagai bentuk perlawanan terhadap pembiaran keselamatan kerja.
Teguh Wardana menambahkan:
“Kami tidak akan membiarkan nyawa buruh terus dipertaruhkan. Jika suara kami diabaikan, maka kami pastikan suara itu akan bergema lebih keras di jalanan.”
BEM Se-Riau berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan dan pertanggungjawaban nyata.
“Nyawa buruh bukan angka. Jika diabaikan, kami yang akan turun memperjuangkannya, hentikan normalisasi kecelakaan kerja. Satu nyawa melayang adalah kegagalan yang tidak bisa ditoleransi.”
Sumber: Badan Eksekutif Mahasiswa se-Riau(BEM se-Riau)
Editor: Ros.H





























