Ini Pembiaran! Bukan Kecelakaan, Berapa Nyawa Lagi Harus Jatuh di PT IKPP? Koordinator Bem se-Riau Angkat Bicara 

ROSBINNER HUTAGAOL

- Redaksi

Senin, 6 April 2026 - 08:33 WIB

5059 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru, riau21.com – BEM Se-Riau koordinator Teguh Wardana menyatakan sikap tegas dan kemarahan terbuka atas terjadinya kecelakaan kerja di PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) yang kembali mencoreng wajah industri di Provinsi Riau. Peristiwa ini bukan lagi dapat disebut sebagai insiden biasa, melainkan indikasi kuat adanya pembiaran sistemik terhadap keselamatan buruh. Senin (6/04/2026).

Kecelakaan kerja yang terus berulang menunjukkan bahwa nyawa pekerja seolah tidak menjadi prioritas. Dalam situasi ini, publik patut bertanya: apakah keselamatan hanya menjadi slogan formalitas di atas kertas, sementara di lapangan buruh dibiarkan menghadapi risiko maut setiap hari?

Teguh Wardana, selaku Koordinator Pusat BEM Se-Riau, menegaskan:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menilai ini bukan sekadar kecelakaan kerja, tetapi bentuk pembiaran yang berpotensi mematikan. Jika pola ini terus terjadi, maka wajar publik mempertanyakan: ada apa sebenarnya dengan sistem keselamatan kerja di PT IKPP?”

BEM Se-Riau menyoroti beberapa hal krusial:

-Dugaan lemahnya implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan perusahaan.

Minimnya transparansi terkait data kecelakaan kerja yang terjadi.

Lemahnya pengawasan dari pihak terkait yang seharusnya menjadi garda terdepan perlindungan buruh.

-Situasi ini memperlihatkan bahwa buruh berada dalam posisi paling rentan, sementara pihak perusahaan dan otoritas terkait belum menunjukkan langkah tegas yang sebanding dengan risiko yang dihadapi para pekerja setiap harinya.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan keberpihakan kepada buruh, BEM Se-Riau menyampaikan tuntutan tegas:

-Mendesak Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau untuk segera melakukan investigasi menyeluruh, terbuka, dan tanpa kompromi.

-Meminta aparat penegak hukum untuk turun tangan mengusut dugaan kelalaian yang menyebabkan kecelakaan kerja.

-Menuntut PT IKPP untuk membuka secara transparan seluruh data kecelakaan kerja dan melakukan evaluasi total sistem K3.

-Mendesak audit independen terhadap seluruh sistem keselamatan kerja perusahaan.

BEM Se-Riau memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan dan pertanggungjawaban nyata. Keselamatan kerja bukanlah pilihan, melainkan kewajiban mutlak yang tidak bisa ditawar.

BEM Se-Riau menegaskan bahwa apabila tuntutan ini tidak diindahkan dalam waktu dekat, maka:

BEM Se-Riau akan mengambil langkah tegas dengan menggelar aksi turun ke jalan sebagai bentuk perlawanan terhadap pembiaran keselamatan kerja.

Teguh Wardana menambahkan:

“Kami tidak akan membiarkan nyawa buruh terus dipertaruhkan. Jika suara kami diabaikan, maka kami pastikan suara itu akan bergema lebih keras di jalanan.”

BEM Se-Riau berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan dan pertanggungjawaban nyata.

“Nyawa buruh bukan angka. Jika diabaikan, kami yang akan turun memperjuangkannya, hentikan normalisasi kecelakaan kerja. Satu nyawa melayang adalah kegagalan yang tidak bisa ditoleransi.”

 

Sumber: Badan Eksekutif Mahasiswa se-Riau(BEM se-Riau)

Editor: Ros.H

Berita Terkait

Polda Riau Rebus 100 Kg Sabu dan Ganja Jaringan Internasional
Hutan Dibakar Sawit Mekar, HMI Pekanbaru Sambangi DPRD Dikawal Polresta
Dilatih Pijat Tradisional, Warga Binaan Lapas Pekanbaru Siap Mandiri Usai Bebas.
Pria 61 Tahun Ditemukan Meninggal di Dapur Rumahnya di Limbungan Pekanbaru
Perkuat Silaturahmi, Wakapolda Riau Ibadah Minggu Kasih di GPIB Immanuel Pekanbaru
1.000 Masker Dibagikan PWMOI Riau dan Polsek di Tengah Kabut Asap
Belum Miliki Sertifikat Standar, 7 Tempat Biliar di Pekanbaru Terjaring Sidak
Kwarran Lima Puluh Resmi Dilantik, Kwarcab Dorong Sinergi

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Usia 63 Hari, Jagung Pipil Sabak Auh Tumbuh Subur

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:01 WIB

Cegah Bullying dan Bolos, Polsek Sabak Auh Sambangi SMAN 1 Sabak Auh

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:05 WIB

49 Hari Tumbuh Subur, Polsek Sabak Auh Rutin Cek Jagung

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Polsek Sabak Auh Cek Rutin Jagung Pipil di Belading Dukung Swasembada

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Polsek Sabak Auh Cek Pertumbuhan Jagung Dukung Swasembada Pangan

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Polsek Sabak Auh Pantau Jagung Pipil Usia 46 Hari di Belading

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Jagung Pipil di Kampung Belading Dicek Polsek Sabak Auh Dukung Swasembada

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Polsek Sabak Auh Tanam 200 Pohon Dukung Program Hijau Riau

Berita Terbaru

Polsek Sabak Auh rutin turun langsung cek pertumbuhan jagung pipil 0,5 hektar usia 63 hari bersama petani di Jl. Siak-Pakning RT l/RW l Kampung Belading Kec. Sabak Auh Kab. Siak, Jumat (30/10/2026). Kegiatan dukung swasembada jagung 2026. (Foto: Dok. Humas Polsek Sabak Auh)

Siak

Usia 63 Hari, Jagung Pipil Sabak Auh Tumbuh Subur

Jumat, 30 Okt 2026 - 12:42 WIB

Pangkal Pinang

BBPOM Pangkalpinang Luncurkan SIDULANG POM di MPP Bangka Tengah

Rabu, 21 Okt 2026 - 13:06 WIB