Ibu PKK Koto Tibun Dilatih Olah Ikan Cegah Stunting

ROSBINNER HUTAGAOL

- Redaksi

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:29 WIB

5054 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim dosen STIKes Tengku Maharatu ajarkan diversifikasi olahan ikan patin kepada ibu PKK Desa Koto Tibun untuk penguatan gizi keluarga dan pencegahan stunting.

KAMPAR-RIAU, riau21.com – Upaya percepatan pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan. Pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi pangan lokal juga menjadi kunci, Selasa (28/6/2026).

Berangkat dari semangat tersebut, tim dosen STIKes Tengku Maharatu melaksanakan Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tahun 2026 bertajuk “GIZI LESTARI” di Kantor Desa Koto Tibun, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Sabtu (25/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

GIZI LESTARI merupakan singkatan dari Gerakan Pemberdayaan Kelompok Wanita Berbasis Potensi Lokal melalui Diversifikasi Olahan Ikan untuk Pencegahan Stunting.

Optimalkan Potensi Ikan Patin Desa

Ketua tim pengabdian, Bdn. Yadriati Maya Pesa, S.ST., M.Kes., menjelaskan Desa Koto Tibun memiliki potensi perikanan yang cukup besar, terutama ikan patin.

“Oleh karena itu, program GIZI LESTARI hadir untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal melalui edukasi gizi dan pelatihan diversifikasi olahan ikan,” jelas Yadriati.

Kegiatan ini diikuti ibu-ibu PKK Desa Koto Tibun sebagai mitra utama program.

Melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai pentingnya pemenuhan gizi keluarga, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Praktik Nugget dan Bakso Ikan

Selain materi pencegahan stunting dan pentingnya konsumsi protein hewani, tim juga memberikan pelatihan praktik.

Para ibu PKK diajarkan mengolah ikan menjadi produk pangan bergizi yang mudah dibuat, aman dikonsumsi, dan disukai keluarga.

Contohnya, nugget ikan dan bakso ikan

Pelatihan juga memperkenalkan prinsip higiene dan sanitasi pangan, teknik pengemasan sederhana, serta penggunaan peralatan pengolahan skala rumah tangga.

Tujuannya agar produk yang dihasilkan berkualitas baik, bergizi, dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha keluarga.

“Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan produk olahan yang memiliki kualitas baik, bergizi, dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha keluarga,” tambah Yadriati.

Antusiasme dan Harapan ke Depan

Selama kegiatan, antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi maupun praktik.

Para ibu PKK aktif bertanya mengenai teknik pengolahan yang tepat, kandungan gizi ikan, hingga peluang pengembangan produk olahan sebagai sumber pendapatan tambahan.

Melalui kegiatan ini, tim berharap masyarakat semakin menyadari bahwa diversifikasi olahan ikan bukan hanya menjadi alternatif menu sehat.

Program ini juga dapat memperkuat ketahanan pangan desa serta membuka peluang usaha berbasis potensi lokal.

“Dengan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan kelompok PKK, diharapkan upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif sekaligus mendorong terwujudnya keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” tutup Yadriati.

 

Sumber: STIKes Tengku Maharatu

Editor: Rosbinner Hutagaol

Berita Terkait

Edi Sutono: LKBB SMAN Plus Terlaksana Berkat Sponsor dan OSIS
Unit Reskrim Polsek Tapung Gagalkan Pengedar Sabu Berat 31,41 Gram
Jaga Kamtibmas Malam, URC Polres Kampar Patroli di Bangkinang
SMAN Plus Provinsi Riau Serukan Semangat Kemerdekaan di HUT RI ke-81
Polsek Kampar Kiri Hilir Turun ke Lahan Dukung Panen Jagung
Bangga! 3 Alumni SMAN Plus Provinsi Riau Lulus AAL dan AAU 2026
Dosen Al Insyirah Bekali Kader Posyandu Lubuk Siam Dampingi Ibu Hamil
Pengawalan Distribusi Jagung: Kapolsek Tapung Hilir Kunjungi Gudang PT SEBAL

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Usia 63 Hari, Jagung Pipil Sabak Auh Tumbuh Subur

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:01 WIB

Cegah Bullying dan Bolos, Polsek Sabak Auh Sambangi SMAN 1 Sabak Auh

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:05 WIB

49 Hari Tumbuh Subur, Polsek Sabak Auh Rutin Cek Jagung

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Polsek Sabak Auh Cek Rutin Jagung Pipil di Belading Dukung Swasembada

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Polsek Sabak Auh Cek Pertumbuhan Jagung Dukung Swasembada Pangan

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Polsek Sabak Auh Pantau Jagung Pipil Usia 46 Hari di Belading

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Jagung Pipil di Kampung Belading Dicek Polsek Sabak Auh Dukung Swasembada

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Polsek Sabak Auh Tanam 200 Pohon Dukung Program Hijau Riau

Berita Terbaru

Polsek Sabak Auh rutin turun langsung cek pertumbuhan jagung pipil 0,5 hektar usia 63 hari bersama petani di Jl. Siak-Pakning RT l/RW l Kampung Belading Kec. Sabak Auh Kab. Siak, Jumat (30/10/2026). Kegiatan dukung swasembada jagung 2026. (Foto: Dok. Humas Polsek Sabak Auh)

Siak

Usia 63 Hari, Jagung Pipil Sabak Auh Tumbuh Subur

Jumat, 30 Okt 2026 - 12:42 WIB

Pangkal Pinang

BBPOM Pangkalpinang Luncurkan SIDULANG POM di MPP Bangka Tengah

Rabu, 21 Okt 2026 - 13:06 WIB