Tim dosen STIKes Tengku Maharatu ajarkan diversifikasi olahan ikan patin kepada ibu PKK Desa Koto Tibun untuk penguatan gizi keluarga dan pencegahan stunting.
KAMPAR-RIAU, riau21.com – Upaya percepatan pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan. Pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi pangan lokal juga menjadi kunci, Selasa (28/6/2026).
Berangkat dari semangat tersebut, tim dosen STIKes Tengku Maharatu melaksanakan Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tahun 2026 bertajuk “GIZI LESTARI” di Kantor Desa Koto Tibun, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Sabtu (25/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
GIZI LESTARI merupakan singkatan dari Gerakan Pemberdayaan Kelompok Wanita Berbasis Potensi Lokal melalui Diversifikasi Olahan Ikan untuk Pencegahan Stunting.
Optimalkan Potensi Ikan Patin Desa
Ketua tim pengabdian, Bdn. Yadriati Maya Pesa, S.ST., M.Kes., menjelaskan Desa Koto Tibun memiliki potensi perikanan yang cukup besar, terutama ikan patin.
“Oleh karena itu, program GIZI LESTARI hadir untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal melalui edukasi gizi dan pelatihan diversifikasi olahan ikan,” jelas Yadriati.
Kegiatan ini diikuti ibu-ibu PKK Desa Koto Tibun sebagai mitra utama program.
Melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai pentingnya pemenuhan gizi keluarga, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Praktik Nugget dan Bakso Ikan
Selain materi pencegahan stunting dan pentingnya konsumsi protein hewani, tim juga memberikan pelatihan praktik.
Para ibu PKK diajarkan mengolah ikan menjadi produk pangan bergizi yang mudah dibuat, aman dikonsumsi, dan disukai keluarga.
Contohnya, nugget ikan dan bakso ikan
Pelatihan juga memperkenalkan prinsip higiene dan sanitasi pangan, teknik pengemasan sederhana, serta penggunaan peralatan pengolahan skala rumah tangga.
Tujuannya agar produk yang dihasilkan berkualitas baik, bergizi, dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha keluarga.
“Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan produk olahan yang memiliki kualitas baik, bergizi, dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha keluarga,” tambah Yadriati.
Antusiasme dan Harapan ke Depan
Selama kegiatan, antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi maupun praktik.
Para ibu PKK aktif bertanya mengenai teknik pengolahan yang tepat, kandungan gizi ikan, hingga peluang pengembangan produk olahan sebagai sumber pendapatan tambahan.
Melalui kegiatan ini, tim berharap masyarakat semakin menyadari bahwa diversifikasi olahan ikan bukan hanya menjadi alternatif menu sehat.
Program ini juga dapat memperkuat ketahanan pangan desa serta membuka peluang usaha berbasis potensi lokal.
“Dengan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan kelompok PKK, diharapkan upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif sekaligus mendorong terwujudnya keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” tutup Yadriati.
Sumber: STIKes Tengku Maharatu
Editor: Rosbinner Hutagaol





























