Kegiatan Kukerta Dorong Ekonomi Kreatif dan Lingkungan Bersih Berbasis Zero Waste
INDRAGIRI HULU-RIAU, riau21.com – Limbah minyak goreng bekas yang biasanya dibuang, kini disulap menjadi produk bernilai jual, Kamis (23/7/2026).
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Riau menggelar pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah kepada ibu-ibu PKK dan Ibu Rumah Tangga di Desa Sidomulyo, Kabupaten Indragiri Hulu, Sabtu (12/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat Kukerta UNRI dengan mengusung tema pemberdayaan berbasis zero waste.
Meningkatkan Keterampilan dan Ekonomi Kreatif
Acara dibuka langsung oleh Ketua Kelompok Kukerta UNRI Desa Sidomulyo, Muhammad Rezal. Ia berharap pelatihan ini bisa menjadi bekal masyarakat untuk mengelola limbah rumah tangga dan menumbuhkan kemandirian ekonomi.
“Kami berharap sosialisasi ini mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pemanfaatan potensi lokal untuk mendongkrak ekonomi kreatif, sekaligus membangun komitmen menjaga kebersihan lingkungan demi masa depan desa yang lebih baik,” ujarnya.
Kegiatan ini juga didampingi Dosen Pembimbing Lapangan Eva Astuti Mulyani, M.Pd.
Dari Limbah Dapur Jadi Produk Kreatif
Dalam pelatihan, mahasiswa Kukerta UNRI memperkenalkan “Formula Emas Pengeras Lilin” berbahan dasar minyak jelantah. Komposisi utama yang diajarkan meliputi:
1. Paraffin Wax: Rasio 2:1 dengan minyak, untuk membentuk dasar lilin.
2. Stearic Acid: Rasio 1:1 dengan minyak, untuk menambah kekerasan agar lilin tidak cepat meleleh.
3. Minyak Jelantah Murni: Sebagai bahan utama setelah melalui proses pemurnian.
Tim pemateri juga menjelaskan pentingnya siklus pemurnian. Prosesnya dimulai dari pembuatan arang aktif dengan air jeruk nipis untuk menghilangkan bau.
Kemudian dilanjutkan dengan pencairan bahan, pewarnaan menggunakan krayon, dan penambahan essential oil sebelum dituang ke cetakan.
Mahasiswa juga menyampaikan data bahwa pembuangan minyak jelantah sembarangan dapat mencemari saluran air. Karena itu diperlukan intervensi sederhana di tingkat rumah tangga.
Peserta Antusias, Harap Jadi Usaha Baru
Sepanjang kegiatan, ibu-ibu PKK dan IRT tampak antusias. Mereka aktif bertanya dan mempraktikkan langsung perhitungan rasio serta teknik pewarnaan dan pemberian aroma pada lilin.
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa Kukerta UNRI berharap warga Desa Sidomulyo memiliki keterampilan baru dalam mengolah limbah dapur menjadi produk bernilai ekonomi.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi.
Sumber: Kukerta UNRI Desa Sidomulyo INHU
Editor: Rosbinner Hutagaol





























