Terendus Jaringan Solar Subsidi di Siak? Dua Pelaku Ditangkap, Modus Terstruktur Diduga Libatkan “Orang Dalam”

ROSBINNER HUTAGAOL

- Redaksi

Minggu, 19 April 2026 - 16:06 WIB

5039 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulang-Siak, riau21.com – Pengungkapan kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi di Kecamatan Tualang mulai mengarah pada dugaan yang lebih besar. Penangkapan dua pelaku dalam sepekan oleh Sat Reskrim Polres Siak membuka indikasi adanya pola terorganisir yang tidak berdiri sendiri. Minggu (19/04/2026).

Dua tersangka, SS dan IY, diamankan dalam operasi pada 9 dan 15 April 2026 di kawasan Perawang. Namun dari hasil pengembangan awal, modus yang digunakan dinilai terlalu rapi untuk sekadar permainan individu.

Para pelaku memanfaatkan barcode MyPertamina untuk melakukan pembelian Bio Solar secara berulang di sejumlah SPBU. Skema ini memunculkan pertanyaan serius:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

bagaimana sistem bisa “ditembus” berkali-kali tanpa terdeteksi lebih awal?

Tak hanya soal barcode, kendaraan yang digunakan juga telah dimodifikasi dengan tangki berkapasitas besar atau yang kerap disebut “tangki siluman”.

Praktik ini memungkinkan pengangkutan BBM subsidi dalam jumlah besar dalam satu kali jalan, indikasi adanya operasi yang sudah dipersiapkan, bukan sekadar coba-coba.

BBM yang dikumpulkan kemudian dipindahkan ke ratusan jerigen sebelum diduga diedarkan kembali dengan harga non-subsidi.

Pola ini lazim ditemukan dalam praktik penimbunan yang terhubung ke rantai distribusi ilegal, yang kerap melibatkan lebih dari satu aktor.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan:

– 2 unit pick up dengan tangki modifikasi

– Mesin pompa dan selang minyak

– Ratusan jerigen

– Sekitar 160 liter Bio Solar

– Sejumlah barcode MyPertamina

– Uang tunai hasil penjualan

Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Dr. Raja Kosmos P, S.H,. M.H.,

menegaskan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan adanya pengembangan kasus.

“Kami masih melakukan pendalaman. Jika ditemukan keterlibatan pihak lain, tentu akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku, ”ujarnya.

Sejumlah sumber yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, praktik penyalahgunaan BBM subsidi di wilayah industri seperti Tualang bukan barang baru. Aktivitas ini diduga berjalan dengan pola berulang, bahkan disebut-sebut “rapi” dan sulit disentuh.

“Biasanya kalau sudah pakai banyak barcode dan kendaraan modifikasi, itu bukan kerja satu-dua orang. Ada yang suplai, ada yang jaga ritme, bahkan ada yang diduga ‘membekingi’, ”ungkap sumber tersebut.

Pernyataan ini tentu belum dapat dipastikan kebenarannya. Namun, pola yang terungkap dalam kasus ini memperkuat dugaan bahwa praktik serupa berpotensi melibatkan jaringan yang lebih luas, termasuk kemungkinan adanya pihak yang bermain di balik layar.

Kasus ini juga menyoroti efektivitas sistem distribusi BBM subsidi berbasis digital.

Jika satu kelompok bisa menggunakan banyak barcode untuk mengakses BBM secara berulang, maka muncul pertanyaan mendasar:

Apakah ini murni celah sistem, atau ada pengawasan yang tidak berjalan maksimal?

Polres Siak menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kasus ini. Namun publik kini menanti lebih dari sekadar penangkapan pelaku lapangan.

Apakah aparat akan berani menelusuri hingga ke hulu, termasuk kemungkinan adanya aktor besar atau oknum yang bermain di balik distribusi solar subsidi?

Kasus ini bisa jadi baru permukaan dari persoalan yang jauh lebih dalam.

 

Sumber: Ibrahim

Editor: R.H

 

Berita Terkait

Usia 63 Hari, Jagung Pipil Sabak Auh Tumbuh Subur
Polsek Sabak Auh Cek 0,5 Hektar Jagung 53 Hari Dukung Swasembada 2026
Cegah Bullying dan Bolos, Polsek Sabak Auh Sambangi SMAN 1 Sabak Auh
49 Hari Tumbuh Subur, Polsek Sabak Auh Rutin Cek Jagung
Polsek Sabak Auh Cek Rutin Jagung Pipil di Belading Dukung Swasembada
Polsek Sabak Auh Cek Pertumbuhan Jagung Dukung Swasembada Pangan
Polsek Sabak Auh Pantau Jagung Pipil Usia 46 Hari di Belading
Jagung Pipil di Kampung Belading Dicek Polsek Sabak Auh Dukung Swasembada

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Usia 63 Hari, Jagung Pipil Sabak Auh Tumbuh Subur

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:01 WIB

Cegah Bullying dan Bolos, Polsek Sabak Auh Sambangi SMAN 1 Sabak Auh

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:05 WIB

49 Hari Tumbuh Subur, Polsek Sabak Auh Rutin Cek Jagung

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Polsek Sabak Auh Cek Rutin Jagung Pipil di Belading Dukung Swasembada

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Polsek Sabak Auh Cek Pertumbuhan Jagung Dukung Swasembada Pangan

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Polsek Sabak Auh Pantau Jagung Pipil Usia 46 Hari di Belading

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Jagung Pipil di Kampung Belading Dicek Polsek Sabak Auh Dukung Swasembada

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Polsek Sabak Auh Tanam 200 Pohon Dukung Program Hijau Riau

Berita Terbaru

Polsek Sabak Auh rutin turun langsung cek pertumbuhan jagung pipil 0,5 hektar usia 63 hari bersama petani di Jl. Siak-Pakning RT l/RW l Kampung Belading Kec. Sabak Auh Kab. Siak, Jumat (30/10/2026). Kegiatan dukung swasembada jagung 2026. (Foto: Dok. Humas Polsek Sabak Auh)

Siak

Usia 63 Hari, Jagung Pipil Sabak Auh Tumbuh Subur

Jumat, 30 Okt 2026 - 12:42 WIB

Pangkal Pinang

BBPOM Pangkalpinang Luncurkan SIDULANG POM di MPP Bangka Tengah

Rabu, 21 Okt 2026 - 13:06 WIB