Sekjen DPP GPNI Ade Darman pimpin pengawalan kedatangan Buya Yahya di Baubau. Ribuan warga antusias sambut rangkaian dakwah di Pulau Buton.
SULAWESI TENGGARA-BAUBAU, riau21.com – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Generasi Perubahan Nusantara Indonesia (DPP GPNI) Ade Darman bersama tim secara resmi mengawal kedatangan ulama kharismatik Prof. Dr. KH. Yahya Zainul Ma’arif, LC., M.A., Ph.D., atau yang akrab disapa Buya Yahya di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Selasa (4/8/2026).
Kedatangan tokoh agama ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan dakwah yang telah lama dinanti masyarakat Pulau Buton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Disambut Resmi Pemda dan Ribuan Warga
Rombongan Buya Yahya disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Baubau La Ode Darussalam, S.Sos., M.Si., di lokasi kedatangan.
Suasana penyambutan berlangsung hangat dan meriah. Ribuan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta elemen pemuda setempat memadati area penyambutan untuk bertemu langsung dengan ulama yang dikenal dengan dakwahnya yang sejuk tersebut.
GPNI Tegaskan Komitmen Bawa Perubahan
Ade Darman menegaskan bahwa kehadiran GPNI di Baubau bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dakwah berjalan aman, tertib, dan lancar.
“Kami mendirikan organisasi ini salah satunya bertujuan membawa perubahan besar bagi masyarakat Kota dan Kabupaten Baubau melalui nilai-nilai dakwah yang disampaikan Buya Yahya. Penyambutan yang penuh suka cita ini menunjukkan besarnya harapan warga,” ujar Ade Darman kepada awak media.
Ia juga menambahkan, sinergi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah, dan para tokoh agama menjadi kunci untuk membangun daerah ke arah yang lebih baik.
Perkuat Nilai Keagamaan dan Persaudaraan
Kegiatan dakwah Buya Yahya di Baubau diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai keagamaan serta mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.
Sebagai pusat budaya dan perkotaan di Pulau Buton, Baubau menjadi titik penting penyebaran dakwah yang membawa pesan persatuan dan kedamaian.
Sumber: DPP GPNI
Editor: Rosbinner Hutagaol





























