Kepala Staf Kepresidenan tinjau BLK Lapas Nusakambangan. Warga binaan dibekali keterampilan menjahit agar memiliki bekal hidup mandiri setelah bebas.
CILACAP, riau21.com – Pembinaan tidak berhenti pada hukuman, tetapi juga menyiapkan masa depan. Hal itu terlihat saat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman meninjau Balai Latihan Kerja di Lapas Nusakambangan, Selasa (28/7/2026).
Didampingi jajaran staf dan petugas lapas, KSP Dudung melihat langsung proses pelatihan keterampilan yang diikuti warga binaan.
Latihan Konveksi Jadi Bekal Kemandirian
Dalam kunjungan tersebut, KSP meninjau pelatihan konveksi yang menjadi salah satu program unggulan di Nusakambangan. Tampak warga binaan dengan kaos bertuliskan“WARGA BINAAN KONVEKSI” sedang praktik menjahit di atas mesin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui pelatihan keterampilan dan kesempatan berkarya, warga binaan memperoleh bekal untuk hidup mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat. Program ini menyiapkan masa depan mereka agar memiliki keahlian dan peluang usaha.
Selain konveksi, warga binaan juga mengikuti pelatihan pengolahan hasil pertanian sebagai bagian dari program pemberdayaan dan ketahanan pangan.
Patahkan Stigma, Perlakukan Sama
Kunjungan ini sekaligus mematahkan stigma bahwa warga binaan di Nusakambangan tidak akan kembali ke masyarakat. KSP menegaskan bahwa warga binaan di sini diperlakukan sama seperti warga binaan di kota-kota lain.
KSP mengapresiasi inovasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam menghadirkan pembinaan yang produktif, humanis, dan berdampak nyata.
“Membekali keterampilan hari ini, membuka harapan untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan.”
Foto: Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman meninjau pelatihan konveksi warga binaan di Balai Latihan Kerja Lapas Nusakambangan, Selasa (28/7/2026).
Sumber: Kantor Staf Presiden
Editor: Rosbinner Hutagaol





























