KuKerta UNRI adakan workshop di desa Kumain Rokan Hulu, beri solusi pengelolaan tanah PMK dan praktik pembuatan Eco-Enzyme dari limbah organik.
ROHUL-RIAU, baranewsriau.com_ – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) Desa Kumain turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat. Kegiatan berupa Workshop Pertanian dan Praktik Pembuatan Eco-Enzyme digelar di Balai Desa Kumain, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Selasa (28/7/2026).
Workshop ini menyasar perangkat desa, kelompok tani, ibu-ibu PKK, dan masyarakat umum Desa Kumain.
Memberi Solusi untuk Tanah PMK
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Materi utama yang disampaikan Sabtu (11/7/2026) adalah tentang pengelolaan tanah Podsolik Merah Kuning (PMK/Ultisol). Mahasiswa menjelaskan bahwa tanah jenis ini memiliki keasaman tinggi, unsur hara rendah, dan mudah tercuci akibat curah hujan yang tinggi di Riau.
Untuk mengatasinya, mahasiswa memperkenalkan penggunaan bahan organik seperti kompos, pupuk kandang, dan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS). Selain itu, pengapuran menggunakan dolomit juga diajarkan untuk menaikkan pH tanah.
“Dengan pengelolaan yang tepat, lahan PMK tetap bisa dimanfaatkan secara optimal untuk pertanian,” kata mahasiswa saat pemaparan.
Warga juga diberi tips perawatan tanaman agar pupuk tidak cepat hilang, serta rekomendasi tanaman pekarangan yang mudah dibudidayakan seperti kangkung, bayam, sawi, cabai, jahe, dan kunyit.
Mengolah Limbah Rumah Tangga Jadi Eco-Enzyme
Sesi berikutnya fokus pada pemanfaatan limbah. Mahasiswa memperkenalkan Eco-Enzyme, yaitu cairan hasil fermentasi limbah organik, gula, dan air.
Eco-Enzyme bermanfaat untuk meningkatkan mikroorganisme tanah, mempercepat penguraian bahan organik, dan bisa digunakan sebagai pupuk cair serta pestisida alami.
Dalam praktiknya, warga diajarkan tahap demi tahap membuat Eco-Enzyme. Mulai dari pemilihan limbah, perbandingan bahan 1:3:10, proses pencampuran, hingga masa fermentasi.
Cairan hasil fermentasi dapat diencerkan untuk disiramkan ke tanaman atau disemprot ke daun. Sementara ampasnya masih bisa diolah menjadi kompos.
Diskusi Hangat dan Harapan
Kegiatan ditutup dengan diskusi. Warga aktif bertanya seputar pengelolaan tanah PMK, proses fermentasi Eco-Enzyme, dan cara aplikasinya pada tanaman di pekarangan dan lahan.
Ketua Kelompok Kukerta UNRI Desa Kumain mengatakan kegiatan ini adalah bentuk pengabdian mahasiswa.
“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat memperoleh tambahan pengetahuan mengenai pengelolaan tanah PMK serta pemanfaatan Eco-Enzyme yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan. Harapannya, materi yang disampaikan dapat menjadi referensi bagi masyarakat dalam mengelola lahan pertanian maupun memanfaatkan limbah organik rumah tangga,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat Desa Kumain memiliki wawasan baru dalam bertani sekaligus lebih bijak dalam mengelola limbah rumah tangga.
Sumber: Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Kumain
Editor: Rosbinner Hutagaol





























