Mahasiswa UNRI Beri Solusi Kelola Tanah dan Limbah di Kumain

ROSBINNER HUTAGAOL

- Redaksi

Selasa, 28 Juli 2026 - 04:38 WIB

5027 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KuKerta UNRI adakan workshop di desa Kumain Rokan Hulu, beri solusi pengelolaan tanah PMK dan praktik pembuatan Eco-Enzyme dari limbah organik.

ROHUL-RIAU, baranewsriau.com_ – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) Desa Kumain turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat. Kegiatan berupa Workshop Pertanian dan Praktik Pembuatan Eco-Enzyme digelar di Balai Desa Kumain, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Selasa  (28/7/2026).Workshop ini menyasar perangkat desa, kelompok tani, ibu-ibu PKK, dan masyarakat umum Desa Kumain.

Memberi Solusi untuk Tanah PMK

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Materi utama yang disampaikan Sabtu (11/7/2026) adalah tentang pengelolaan tanah Podsolik Merah Kuning (PMK/Ultisol). Mahasiswa menjelaskan bahwa tanah jenis ini memiliki keasaman tinggi, unsur hara rendah, dan mudah tercuci akibat curah hujan yang tinggi di Riau.

Untuk mengatasinya, mahasiswa memperkenalkan penggunaan bahan organik seperti kompos, pupuk kandang, dan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS). Selain itu, pengapuran menggunakan dolomit juga diajarkan untuk menaikkan pH tanah.

“Dengan pengelolaan yang tepat, lahan PMK tetap bisa dimanfaatkan secara optimal untuk pertanian,” kata mahasiswa saat pemaparan.

Warga juga diberi tips perawatan tanaman agar pupuk tidak cepat hilang, serta rekomendasi tanaman pekarangan yang mudah dibudidayakan seperti kangkung, bayam, sawi, cabai, jahe, dan kunyit.

Mengolah Limbah Rumah Tangga Jadi Eco-Enzyme

Sesi berikutnya fokus pada pemanfaatan limbah. Mahasiswa memperkenalkan Eco-Enzyme, yaitu cairan hasil fermentasi limbah organik, gula, dan air.

Eco-Enzyme bermanfaat untuk meningkatkan mikroorganisme tanah, mempercepat penguraian bahan organik, dan bisa digunakan sebagai pupuk cair serta pestisida alami.

Dalam praktiknya, warga diajarkan tahap demi tahap membuat Eco-Enzyme. Mulai dari pemilihan limbah, perbandingan bahan 1:3:10, proses pencampuran, hingga masa fermentasi.

Cairan hasil fermentasi dapat diencerkan untuk disiramkan ke tanaman atau disemprot ke daun. Sementara ampasnya masih bisa diolah menjadi kompos.

Diskusi Hangat dan Harapan

Kegiatan ditutup dengan diskusi. Warga aktif bertanya seputar pengelolaan tanah PMK, proses fermentasi Eco-Enzyme, dan cara aplikasinya pada tanaman di pekarangan dan lahan.

Ketua Kelompok Kukerta UNRI Desa Kumain mengatakan kegiatan ini adalah bentuk pengabdian mahasiswa.

“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat memperoleh tambahan pengetahuan mengenai pengelolaan tanah PMK serta pemanfaatan Eco-Enzyme yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan. Harapannya, materi yang disampaikan dapat menjadi referensi bagi masyarakat dalam mengelola lahan pertanian maupun memanfaatkan limbah organik rumah tangga,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat Desa Kumain memiliki wawasan baru dalam bertani sekaligus lebih bijak dalam mengelola limbah rumah tangga.

 

Sumber: Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Kumain

Editor: Rosbinner Hutagaol

Berita Terkait

Mahasiswa KKN UNRI Gelar Lomba YDL Sambut Hari Anak

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Usia 63 Hari, Jagung Pipil Sabak Auh Tumbuh Subur

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:01 WIB

Cegah Bullying dan Bolos, Polsek Sabak Auh Sambangi SMAN 1 Sabak Auh

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:05 WIB

49 Hari Tumbuh Subur, Polsek Sabak Auh Rutin Cek Jagung

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Polsek Sabak Auh Cek Rutin Jagung Pipil di Belading Dukung Swasembada

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Polsek Sabak Auh Cek Pertumbuhan Jagung Dukung Swasembada Pangan

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Polsek Sabak Auh Pantau Jagung Pipil Usia 46 Hari di Belading

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Jagung Pipil di Kampung Belading Dicek Polsek Sabak Auh Dukung Swasembada

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Polsek Sabak Auh Tanam 200 Pohon Dukung Program Hijau Riau

Berita Terbaru

Polsek Sabak Auh rutin turun langsung cek pertumbuhan jagung pipil 0,5 hektar usia 63 hari bersama petani di Jl. Siak-Pakning RT l/RW l Kampung Belading Kec. Sabak Auh Kab. Siak, Jumat (30/10/2026). Kegiatan dukung swasembada jagung 2026. (Foto: Dok. Humas Polsek Sabak Auh)

Siak

Usia 63 Hari, Jagung Pipil Sabak Auh Tumbuh Subur

Jumat, 30 Okt 2026 - 12:42 WIB

Pangkal Pinang

BBPOM Pangkalpinang Luncurkan SIDULANG POM di MPP Bangka Tengah

Rabu, 21 Okt 2026 - 13:06 WIB