Mahasiswa UNRI Ajak Warga Sidomulyo Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi Bernilai Jual

ROSBINNER HUTAGAOL

- Redaksi

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:52 WIB

5021 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan Kukerta Dorong Ekonomi Kreatif dan Lingkungan Bersih Berbasis Zero Waste

INDRAGIRI HULU-RIAU, riau21.com – Limbah minyak goreng bekas yang biasanya dibuang, kini disulap menjadi produk bernilai jual, Kamis (23/7/2026).

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Riau menggelar pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah kepada ibu-ibu PKK dan Ibu Rumah Tangga di Desa Sidomulyo, Kabupaten Indragiri Hulu, Sabtu (12/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat Kukerta UNRI dengan mengusung tema pemberdayaan berbasis zero waste.

Meningkatkan Keterampilan dan Ekonomi Kreatif

Acara dibuka langsung oleh Ketua Kelompok Kukerta UNRI Desa Sidomulyo, Muhammad Rezal. Ia berharap pelatihan ini bisa menjadi bekal masyarakat untuk mengelola limbah rumah tangga dan menumbuhkan kemandirian ekonomi.

“Kami berharap sosialisasi ini mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pemanfaatan potensi lokal untuk mendongkrak ekonomi kreatif, sekaligus membangun komitmen menjaga kebersihan lingkungan demi masa depan desa yang lebih baik,” ujarnya.

Kegiatan ini juga didampingi Dosen Pembimbing Lapangan Eva Astuti Mulyani, M.Pd.

Dari Limbah Dapur Jadi Produk Kreatif

Dalam pelatihan, mahasiswa Kukerta UNRI memperkenalkan “Formula Emas Pengeras Lilin” berbahan dasar minyak jelantah. Komposisi utama yang diajarkan meliputi:

1. Paraffin Wax: Rasio 2:1 dengan minyak, untuk membentuk dasar lilin.

2. Stearic Acid: Rasio 1:1 dengan minyak, untuk menambah kekerasan agar lilin tidak cepat meleleh.

3. Minyak Jelantah Murni: Sebagai bahan utama setelah melalui proses pemurnian.

Tim pemateri juga menjelaskan pentingnya siklus pemurnian. Prosesnya dimulai dari pembuatan arang aktif dengan air jeruk nipis untuk menghilangkan bau.

Kemudian dilanjutkan dengan pencairan bahan, pewarnaan menggunakan krayon, dan penambahan essential oil sebelum dituang ke cetakan.

Mahasiswa juga menyampaikan data bahwa pembuangan minyak jelantah sembarangan dapat mencemari saluran air. Karena itu diperlukan intervensi sederhana di tingkat rumah tangga.

Peserta Antusias, Harap Jadi Usaha Baru

Sepanjang kegiatan, ibu-ibu PKK dan IRT tampak antusias. Mereka aktif bertanya dan mempraktikkan langsung perhitungan rasio serta teknik pewarnaan dan pemberian aroma pada lilin.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa Kukerta UNRI berharap warga Desa Sidomulyo memiliki keterampilan baru dalam mengolah limbah dapur menjadi produk bernilai ekonomi.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi.

 

Sumber: Kukerta UNRI Desa Sidomulyo INHU

Editor: Rosbinner Hutagaol

Berita Terkait

Kapolri Turun Langsung ke Dumai, Resmikan Jembatan Demi Lancarnya Aktivitas Warga Riau
Kapolda Riau & Wali Kota Dumai Tanam Mangrove di Medang Kampai, Perkuat Cegah Karhutla
PERINGATI HUT PERSIT KE-80, DANREM 031/WB DAN PANGDAM I/BB TANAM MANGROVE DI BENGKALIS
Laka Lantas Ganda di Tol Permai, Dua Orang Meninggal Dunia, PJR Riau Bertindak Cepat
Jembatan Sei Mesjid Ditutup, Warga Dumai Diimbau Patuhi Rekayasa Lalin dan Gunakan Jalur Alternatif 
Resmi Jabat Kasat Lantas Polres Dumai: IPTU Erwan Maconda Komitmen Berikan Pelayanan Terbaik

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Usia 63 Hari, Jagung Pipil Sabak Auh Tumbuh Subur

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:01 WIB

Cegah Bullying dan Bolos, Polsek Sabak Auh Sambangi SMAN 1 Sabak Auh

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:05 WIB

49 Hari Tumbuh Subur, Polsek Sabak Auh Rutin Cek Jagung

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Polsek Sabak Auh Cek Rutin Jagung Pipil di Belading Dukung Swasembada

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Polsek Sabak Auh Cek Pertumbuhan Jagung Dukung Swasembada Pangan

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Polsek Sabak Auh Pantau Jagung Pipil Usia 46 Hari di Belading

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Jagung Pipil di Kampung Belading Dicek Polsek Sabak Auh Dukung Swasembada

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Polsek Sabak Auh Tanam 200 Pohon Dukung Program Hijau Riau

Berita Terbaru

Polsek Sabak Auh rutin turun langsung cek pertumbuhan jagung pipil 0,5 hektar usia 63 hari bersama petani di Jl. Siak-Pakning RT l/RW l Kampung Belading Kec. Sabak Auh Kab. Siak, Jumat (30/10/2026). Kegiatan dukung swasembada jagung 2026. (Foto: Dok. Humas Polsek Sabak Auh)

Siak

Usia 63 Hari, Jagung Pipil Sabak Auh Tumbuh Subur

Jumat, 30 Okt 2026 - 12:42 WIB

Pangkal Pinang

BBPOM Pangkalpinang Luncurkan SIDULANG POM di MPP Bangka Tengah

Rabu, 21 Okt 2026 - 13:06 WIB