KRISIS BBM BERULANG DI RIAU, TOKOH PEMUDA: INI KEGAGALAN TATA KELOLA, BUKAN SEKADAR LANGKA

ROSBINNER HUTAGAOL

- Redaksi

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:12 WIB

5077 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dhimas Sriagung Mulya S kritik keras kelangkaan BBM di Riau. Desak audit distribusi & tindak tegas mafia. “Rakyat butuh kehadiran negara, bukan janji.”

TAPUNG-RIAU – Minggu (3/5/2026), riau21.com / Krisis kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Riau menuai kritik keras dari tokoh pemuda Desa Indrasakti, Dhimas Sriagung Mulya S. Ia menilai kondisi ini cerminan lemahnya tata kelola distribusi energi di daerah.

“Ini bukan sekadar kelangkaan, ini kegagalan. Bagaimana mungkin daerah penghasil minyak justru membuat rakyatnya mengantre berjam-jam untuk dapat BBM?” tegas Dhimas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, masalah utama terletak pada lemahnya pengawasan dan tidak transparannya sistem distribusi.

“Pola terus berulang: langka, masyarakat rugi, tak ada solusi konkret. Ini menunjukkan ada yang salah secara sistemik,” ujarnya.

Dhimas juga menyoroti `dugaan` praktik penimbunan hingga potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi.

“Jika dibiarkan, negara sedang kalah di hadapan kepentingan segelintir pihak. Rakyat yang jadi korban,” katanya.

Dampaknya tak sepele: ganggu aktivitas harian, picu kenaikan biaya hidup, tekan usaha kecil, dan perlambat ekonomi daerah.

“Ini soal dapur masyarakat, soal roda ekonomi tersendat. Pemerintah harus berhenti meremehkan,” tambahnya.

Ia mendesak 4 langkah: audit terbuka distribusi BBM, penindakan tegas mafia penimbun, transparansi data pasokan ke publik, dan penguatan pengawasan hingga desa.

“Rakyat tidak butuh janji. Rakyat butuh kehadiran negara. Jika pemerintah lamban, wajar publik mempertanyakan keberpihakan kekuasaan,” ujarnya.

Dhimas mengajak masyarakat sipil, mahasiswa, dan pemuda untuk tidak diam.

“Diam adalah pembiaran. Riau tidak boleh jadi paradoks: kaya sumber daya, tapi rakyatnya menderita,” pungkasnya.

 

Sumber: Dhimas Sriagung.

Reporter: Noni

Editor: Rosbinner.Hutagaol

Berita Terkait

Edi Sutono: LKBB SMAN Plus Terlaksana Berkat Sponsor dan OSIS
Unit Reskrim Polsek Tapung Gagalkan Pengedar Sabu Berat 31,41 Gram
Jaga Kamtibmas Malam, URC Polres Kampar Patroli di Bangkinang
SMAN Plus Provinsi Riau Serukan Semangat Kemerdekaan di HUT RI ke-81
Polsek Kampar Kiri Hilir Turun ke Lahan Dukung Panen Jagung
Bangga! 3 Alumni SMAN Plus Provinsi Riau Lulus AAL dan AAU 2026
Ibu PKK Koto Tibun Dilatih Olah Ikan Cegah Stunting
Dosen Al Insyirah Bekali Kader Posyandu Lubuk Siam Dampingi Ibu Hamil

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Usia 63 Hari, Jagung Pipil Sabak Auh Tumbuh Subur

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:01 WIB

Cegah Bullying dan Bolos, Polsek Sabak Auh Sambangi SMAN 1 Sabak Auh

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:05 WIB

49 Hari Tumbuh Subur, Polsek Sabak Auh Rutin Cek Jagung

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Polsek Sabak Auh Cek Rutin Jagung Pipil di Belading Dukung Swasembada

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Polsek Sabak Auh Cek Pertumbuhan Jagung Dukung Swasembada Pangan

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Polsek Sabak Auh Pantau Jagung Pipil Usia 46 Hari di Belading

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Jagung Pipil di Kampung Belading Dicek Polsek Sabak Auh Dukung Swasembada

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Polsek Sabak Auh Tanam 200 Pohon Dukung Program Hijau Riau

Berita Terbaru

Polsek Sabak Auh rutin turun langsung cek pertumbuhan jagung pipil 0,5 hektar usia 63 hari bersama petani di Jl. Siak-Pakning RT l/RW l Kampung Belading Kec. Sabak Auh Kab. Siak, Jumat (30/10/2026). Kegiatan dukung swasembada jagung 2026. (Foto: Dok. Humas Polsek Sabak Auh)

Siak

Usia 63 Hari, Jagung Pipil Sabak Auh Tumbuh Subur

Jumat, 30 Okt 2026 - 12:42 WIB

Pangkal Pinang

BBPOM Pangkalpinang Luncurkan SIDULANG POM di MPP Bangka Tengah

Rabu, 21 Okt 2026 - 13:06 WIB