Alex Sander: Cek KLIK sebelum beli pangan, Ir. H. Sahidin: Kesehatan dimulai dari dapur keluarga
TAPUNG HULU- KAMPAR, riau21.com – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kampar terus digeber hingga ke tingkat dusun. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru bersama Anggota Komisi IX DPR RI Ir. H. Sahidin menggelar Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bersama tokoh masyarakat di Dusun 3 Desa Sumber Sari, Kecamatan Tapung Hulu, Sabtu, (30/5/2026).
Lebih dari 150 warga antusias hadir, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, orang tua balita, kader Posyandu, hingga PKK desa.
Kehadiran tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perangkat desa mempertegas komitmen bersama mewujudkan desa yang sehat dan sadar pangan aman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Anggota Komisi IX DPR RI Ir. H. Sahidin dalam pemaparannya menekankan bahwa perbaikan gizi dan kesehatan harus dimulai dari keluarga di tingkat dusun dan desa.
“Sinergi legislatif, BBPOM, dan warga desa adalah kunci memutus mata rantai stunting di Kampar. Jangan tunggu sakit, cegah dari dapur kita sendiri,” ujar Ir. H. Sahidin.
Sementara itu, Narasumber BBPOM Pekanbaru Alex Sander membekali warga dengan cara praktis memilih, mengolah, dan menyajikan pangan aman agar anak terhindar dari stunting. Warga diajak jeli melihat kelayakan produk konsumsi dengan menerapkan prinsip “Cek KLIK”.
“Cek KLIK itu mudah: Cek Kemasan, pastikan Label lengkap, ada Izin Edar BPOM, dan belum Kedaluwarsa. Pangan aman adalah pilar utama pemenuhan gizi anak,” tegas Alex Sander.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif saat sesi tanya jawab dan kuis berhadiah. Puluhan warga berebut menjawab pertanyaan narasumber.
Sebagian besar peserta mampu menjawab dengan benar, menandakan materi edukasi hari itu dipahami dengan baik.
Melalui kegiatan kolaboratif ini, Desa Sumber Sari khususnya wilayah Tapung Hulu diharapkan melangkah pasti menuju desa mandiri, sehat, cerdas, dan bebas stunting.
Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan rilis resmi Humas BBPOM di Pekanbaru.
Sumber: Humas BBPOM di Pekanbaru
Editor: Rosbinner Hutagaol





























