
RohilRiau21.Com,——- Datuk Penghulu Teluk Nilap H. Gamal Bacik secara tegas membantah tuduhan penyerobotan lahan yang beredar di media sosial dalam beberapa waktu terakhir.
Tuduhan tersebut menyebutkan bahwa Datuk Penghulu diduga telah menguasai atau menyerobot sebidang tanah seluas kurang lebih 100 x 200 meter atau sekitar 2 hektare selama kurang lebih 12 tahun. Informasi tersebut disampaikan oleh salah satu pihak melalui media sosial dan kemudian menyebar luas di tengah masyarakat.
Menanggapi hal itu, H. Gamal Bacik menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan tidak berdasar.
“Saya tegaskan, apa yang disampaikan di media sosial itu tidak benar. Tuduhan penyerobotan tanah tersebut tidak sesuai fakta,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada media.
Menurutnya, dokumen-dokumen yang disebut-sebut dalam unggahan media sosial tersebut tidak dilengkapi dengan surat-surat kepemilikan yang sah sebagaimana diatur dalam ketentuan hukum yang berlaku di Republik Indonesia.
Sementara itu, dirinya menyatakan memiliki dokumen resmi yang sah dan sesuai aturan perundang-undangan.
Ia juga menyampaikan bahwa keberadaan dokumen tersebut telah diketahui oleh pihak kecamatan setempat, sehingga secara administratif kepemilikan lahan tersebut tercatat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Lebih lanjut, Gamal Bacik menilai tuduhan tersebut telah mencoreng nama baiknya sebagai pemimpin desa. Ia khawatir informasi yang tidak benar itu dapat membentuk opini negatif di tengah masyarakat.
“Sebagai pemimpin desa, tentu saya menjaga amanah dan kepercayaan masyarakat. Tuduhan ini sangat merugikan dan mencoreng nama baik saya,” tegasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial tanpa klarifikasi dan verifikasi yang jelas. Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak benar dapat menimbulkan kesalahpahaman dan merusak hubungan sosial di lingkungan masyarakat.
Gamal Bacik juga mengungkapkan bahwa sebelumnya dirinya pernah menjalin komunikasi baik dengan pihak yang menyampaikan tuduhan tersebut di media sosial. Namun, ia menyayangkan persoalan ini justru dipublikasikan tanpa konfirmasi lanjutan.
“Saya berharap yang bersangkutan dapat memahami situasi ini dan menyelesaikan persoalan secara baik-baik,” tuturnya.
Ia menegaskan tetap terbuka untuk dialog dan klarifikasi demi menjaga kondusivitas serta keharmonisan masyarakat di wilayah Teluk Nilap.”pungkasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT





























