Polda Riau Intensif Ungkap Kasus Perburuan Gajah di Pelalawan, 40 Saksi Telah Diperiksa

ROSBINNER HUTAGAOL

- Redaksi

Kamis, 19 Februari 2026 - 12:59 WIB

5034 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru, riau21.comPenyelidikan gajah Sumatera yang mati dibunuh di areal konsesi PT RAPP Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau, masih terus berlanjut. Saat ini, sebanyak 40 saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap kasus tersebut. Kamis (19/02/2026).

Kematian gajah Sumatera ini mengundang perhatian publik. Gajah mati ditembak dengan kondisi sebagian kepala hilang mulai dari mata, belalai, dan kedua gadingnya. Bangkai gajah liar tersebut ditemukan oleh warga, pada Senin (2/02/2026) malam.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, melalui Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, menegaskan bahwa pihaknya memiliki komitmen kuat untuk mengungkap pelaku perburuan satwa yang dilindungi, termasuk kasus kematian gajah yang terjadi di wilayah Kabupaten Pelalawan beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabid Humas Zahwani Pandra Arsyad menyampaikan bahwa proses penyelidikan masih terus berjalan dan dilakukan secara intensif oleh jajaran Polres Pelalawan bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau. Hingga saat ini, puluhan saksi telah dimintai keterangan guna memperjelas rangkaian peristiwa dan mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab.

“Polda Riau berkomitmen penuh dalam penegakan hukum terhadap pelaku perburuan satwa dilindungi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas UU Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Kami pastikan kasus ini menjadi atensi serius,” tegas Kombes Pandra. Kamis (19/2/2026)

Penyidikan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan scientific crime investigation, termasuk koordinasi dengan pihak BKSDA dan pemeriksaan forensik terhadap bangkai gajah. Dari hasil pemeriksaan awal, kematian satwa tersebut diduga akibat tindak perburuan.

Polda Riau juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas perburuan liar maupun perdagangan satwa dilindungi. Informasi dari masyarakat dinilai sangat membantu percepatan pengungkapan kasus.

Pihak kepolisian memastikan perkembangan penyidikan akan disampaikan secara terbuka kepada publik dan menegaskan bahwa pelaku perburuan satwa dilindungi terancam sanksi pidana berat sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Hasil Konfirmasi Dirreskrimsus Polda Riau Direktur Reskrimsus Kombes Pol Ade Kuncoro, dan Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, terkait Perkembangan Kasus Perburuan Gajah, menyampaikan perkembangan terbaru dalam pengungkapan kasus dugaan perburuan gajah di Kabupaten Pelalawan.

Dari hasil penyidikan yang dilakukan oleh Polres Pelalawan dan Ditreskrimsus Polda Riau, hingga saat ini telah diperiksa sebanyak 40 orang saksi.

Para saksi tersebut terdiri dari petugas keamanan (satpam), pegawai yang bekerja di areal konsesi perusahaan, serta masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan lindung tempat ditemukannya bangkai gajah.

Selain itu, penyidik juga telah meminta keterangan dari pihak-pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas perdagangan bagian tubuh satwa dilindungi, termasuk dugaan jaringan penjualan gading gajah.

Dalam proses penyelidikan, Polda Riau juga berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau. Pendekatan yang dilakukan mengedepankan metode scientific crime investigation. Tim Laboratorium Forensik bersama BKSDA telah melakukan nekropsi atau bedah bangkai terhadap gajah tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, dipastikan bahwa kematian gajah diduga kuat akibat tembakan senjata api yang mengenai bagian tengkorak atau batok kepala.

Hasil tersebut menepis dugaan awal adanya unsur keracunan atau paparan zat berbahaya di sekitar lokasi. Dari keterangan puluhan saksi yang telah diperiksa, penyidik menyebut perkara ini mulai menunjukkan titik terang.

Sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024, pelaku perburuan satwa dilindungi terancam hukuman pidana hingga 15 tahun penjara serta denda ratusan juta rupiah.

Kepolisian berharap, dengan dukungan dan doa masyarakat, kasus ini segera terungkap dan menjadi peringatan keras agar tidak ada lagi praktik perburuan liar di wilayah Riau.

Polda Riau memastikan proses pengungkapan akan terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Polda Riau juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah perburuan liar dengan melaporkan segala aktivitas mencurigakan kepada kantor kepolisian terdekat atau melalui layanan call center Polri 110.

 

PRESS RELEASE

Nomor: 114/ll/HUM.6.1.1/2026/Bidhumas Polda Riau

 

Sumber: Humas Polda

(Ros.H)

Berita Terkait

ANTISIPASI ANTRIAN BBM, DITLANTAS POLDA RIAU PAM DI SPBU & TITIK MACET PEKANBARU
CEGAH GEJOLAK MASSA, HULUBALANG LAMR PEKANBARU MINTA KAPOLDA RIAU SEGERA PANGGIL PEMAKI TOKOH ADAT ROHIL
POLDA RIAU BURU PELAKU PERAMPOKAN TEWASKAN LANSIA DI RUMBAI, 4 SAKSI DIPERIKSA
CUMA RP20 RIBU SETAHUN, UMKM RIAU BISA URUS NIR BPOM KATA KEPALA BBPOM PEKANBARU 
Rapat Andalalin Budiman Swalayan, Pengembang Diminta Sediakan Parkir & Petugas Lantas
Jaksa Agung Lantik I Dewa Gede Wirajana Jadi Kajati Riau
Kapolda Riau: Jangan Tunggu Api Besar, Sinergi Cegah Karhutla Harus Dari Sekarang 
Tidak Kasih Ruang! Kapolda Riau Komando Satgas Anti Narkoba, Siap Tindak Tegas Pengedar

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 00:39 WIB

Disaksikan 2 Direktur Polda Riau, Mahasiswa Deklarasi Perangi Narkoba di Rimbang Baling 

Jumat, 24 April 2026 - 19:26 WIB

Polsek Tapung Gercap! Ringkus SA (47) Bacok Korban di Sungai Agung, Parang Barang Bukti Diamankan 

Jumat, 24 April 2026 - 19:14 WIB

GERAK CEPAT! POLSEK KAMPAR KIRI RINGKUS DIDUGA PENGEDAR SABU DI KEBUN SAWIT, 18 PAKET SIAP EDAR DISITA

Jumat, 24 April 2026 - 08:07 WIB

Jumat Curhat” di Gelar di Polsek Tapung Desa Sumber Makmur, Himbau Waspada El Nino dan Ajak Bentuk Pos Satkamling

Sabtu, 18 April 2026 - 13:58 WIB

Semangat Personil Polda Riau dan Polres Kampar, Selesaikan 3 Jembatan di Kuok, Progres Tertinggi Capai 70%

Selasa, 24 Maret 2026 - 15:10 WIB

Aiptu Apendra yang Gugur Saat Kawal Malam Takbiran, Kapolri Berikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Rabu, 18 Maret 2026 - 16:44 WIB

Gerak Cepat Polsek Tapung Tangkap Dua Pelaku Curanmor Laporan Dari Masyarakat 

Jumat, 13 Maret 2026 - 14:38 WIB

Gelar Apel Siaga Operasi Lancang Kuning 2026, Polres Kampar Perkuat Pengamanan Mudik Lebaran

Berita Terbaru

Kepulauan Meranti

LAMR MERANTI APRESIASI POLRES GAGALKAN 60 KG SABU DALAM 6 BULAN

Minggu, 3 Mei 2026 - 03:16 WIB