Prosesi Sakral di Gedung LAM Jadi Simbol Amanah Jaga Adat, Kerukunan, dan Negeri
PEKANBARU, riau21.com – Wujud nyata sinergi menjaga keamanan sekaligus melestarikan budaya Melayu ditunjukkan Polda Riau. Kabid Humas Polda Riau KBP Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si., menghadiri prosesi adat “Tegak Tiang Payung dan Tonggol Panji Adat” di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan sakral tersebut dipimpin langsung Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau, Datuk Seri H. Marjohan Yusuf, turut hadir juga Ketua Umum LAMR Kepulauan Meranti Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si., Prosesi diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan pemotongan kambing sebagai syarat adat yang harus dipenuhi.
Tegak tiang panji ini bukan sekadar seremonial. Ia menjadi simbol amanah besar bagi masyarakat Melayu Riau: menjaga adat istiadat, menghormati orang tua, memelihara kerukunan, serta menjaga marwah negeri.
Dalam petuahnya, MKA LAM Riau menegaskan makna mendalam dari panji yang ditegakkan. “Panji adat yang kita tegakkan bukan sekadar lambang. Tuah dan bakti untuk negeri akan selalu jadi amal. Patah tumbuh hilang berganti, semangat perjuangan tak pernah mati. Takkan Melayu hilang di bumi,” ujar Datuk Seri H. Marjohan Yusuf.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
KBP Zahwani Pandra Arsyad menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam prosesi adat ini merupakan bentuk komitmen mendukung pelestarian budaya. Menurutnya, adat yang terpelihara akan memperkuat kamtibmas.
“Polri hadir bukan hanya jaga keamanan, tapi juga ikut lestarikan budaya Melayu. Kalau adat terpelihara, marwah terjaga, insyaAllah Riau semakin jaya,” ungkap Kabid Humas Polda Riau.
Kegiatan ini menjadi bukti eratnya hubungan antara kepolisian dan pemangku adat di Bumi Lancang Kuning dalam mewujudkan masyarakat yang aman, rukun, dan berbudaya.
Sumber: Humas Polda Riau
Editor: Rosbinner Hutagaol





























